Pj Wali Kota Batu saat memaparkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Agropolitan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, Thomas Wunang Tjahyo, menyatakan keyakinannya mengenai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai angka 12 juta di tahun ini. Peningkatan ini dinilai tidak hanya dapat dilihat dari data pengunjung di tempat rekreasi, tetapi juga dari jumlah tamu yang menginap di hotel-hotel di kota Batu
"Untuk tahun 2024, kami memperkirakan ada peningkatan signifikan dalam jumlah wisatawan ke Kota Batu. Pola hunian hotel mirip dengan yang terjadi di tahun 2023 lalu, di mana kunjungan mengalami lonjakan pada waktu-waktu tertentu seperti liburan sekolah, puncak musim liburan, Hari Raya Idul Fitri, dan Natal serta Tahun Baru," paparnya.
Meski okupansi hotel, baik yang menyajikan layanan bintang lima maupun yang lebih sederhana seperti hotel melati, villa, guest house, dan homestay, tidak pernah mencapai angka penuh 100 persen, namun tren tersebut menunjukkan pertumbuhan yang positif.
"Berdasarkan data yang disampaikan oleh Pak Kapolres Batu, kami melihat adanya peningkatan dalam jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Ini menjadi indikasi yang baik bagi industri pariwisata di daerah kami," ucap Thomas.
Dengan adanya tren positif ini, BPS Kota Batu akan terus memantau perkembangan jumlah kunjungan wisatawan guna memberikan data yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Data kunjungan wisata harus diperhitungkan secara menyeluruh. Banyak faktor yang berpengaruh, dan kita tidak bisa hanya berpatokan pada satu indikator,” tuturnya
Ia beranggapan, statistik kunjungan tidak hanya menganalisis data pengunjung di tempat wisata saja, tetapi juga meliputi jumlah tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lain. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




