Ratusan penonton berjubel berusaha masuk ke dalam Stadion GBK. (foto: detik)
Usai diketahui panitia ternyata tiket yang dipegangnya palsu, panitia langsung meminta Agung untuk berpindah dari antrian dan diminta meninggalkan lokasi konser.
Saat ini Agung sedang mencari tahu nasib istri dan teman-temannya sejumlah 14 orang yang, menurutnya, tertahan karena juga menggunakan tiket palsu.
Menurut Agung, saat dia menanyakan kepada panitia, 40 persen dari penggemar Bon Jovi yang datang untuk menonton konser ini, didapati menggunakan tiket palsu.
Kekecewaan juga dirasakan calon penonton yang belum mengantongi tiket. Hal ini lantaran pihak promotor dengan tegas tak menyediakan tiket ekstra dan semuanya sudah habis terjual alias sold out. Apabila ada pihak yang menawarkan tiket jelang hari H, maka harap waspada terhadap resiko penipuan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab.
Sebelumnya, ada pihak yang coba menjual tiket palsu via sosial media. Seorang pemilik akun Twitter @OmYos mengunggah gambar tiket Bon Jovi yang dipastikan palsu dan dilaporkan kepada pihak promotor via akun @liveNationIndo.
Tiket palsu mencantumkan daftar harga mahal yang terbagi ke dalam empat kelas, yakni VVIP (5,8 juta), VIP (3,7 juta), festival (1,5 juta), dan tribun (1,2 juta). Dalam keterangan gambar tiket Bon Jovi disebutkan bahwa pembelian hanya melalui Cash On Delivery (COD) di sekitar kawasan Cibubur, Cempaka Putih, Tebet, Senayan, Blok M, Kemang dan Citos. (mer/lip/sta/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




