Khofifah Indar Parawansa, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2 saat menyapa komunitas Pasar Pabean Surabaya, Jumat (11/10/2024). Foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Khofifah Indar Parawansa, Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2 menyapa komunitas Pasar Pabean Surabaya, Jumat (11/10/2024).
Pasar Pabean adalah pasar besar dan populer, terutama di Surabaya. Bahkan Pasar Pabean merupakan pasar induk bawang merah dan bawang putih.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Khofifah ngobrol gayeng dengan para pedagang itu. Arek Waonocolo Suroboyo itu juga membagikan kaos dan alat peraga serta menyosialisasikan Pilgub Jatim pada 27 November 2024.
Yang menarik, Khofifah menerima banyak curhatan. Terutama karena setiap musim hujan, Pasar Pabean selalu banjir dan genangan masuk ke stan-stan pedagang pasar.
Para pedagang mengaku tak nyaman dan juga membuat pasar bau dan tidak disukai oleh para pembeli maupun pedagang.
“Salah satu rekomendasi yang disampaikan kepada kami adalah masalah infrastruktur. Rupaya kalau hujan itu air masuk di sini, banjir gotnya. Rupanya ada yang tersumbat, maka yang mereka harapkan adalah bahwa kalau banjir airnya diharapkan jangan sampai masuk pasar,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Penerima Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga ini mengungkapkan bahwa rekomendasi dari pedagang ini sangat strategis dan akan menjadi bahan rekomendasi pada Wali Kota Surabaya ke depan.
Karena kenyamanan di dalam pasar sangat penting untuk menjaga agar roda ekonomi tidak terganggu ataupun merasa tidak nyaman.
“Jadi nanti kita akan saling cocokkan dengan Wali Kota Surabaya, saya bilang karena kaitan dengan got, maka apa-apa yang harus diperbaiki, apa aliran gotnya, atau apanya agar bersama-sama ditangani bersama Pemkot Surabaya,” tegasnya.
“Masukan ini adalah masukan penting yang harus ditindaklanjuti karena transaksi di sini besar sekali. Sehingga harus diproteksi dan dilindungi,” ujar Khofifah.
Khofifah juga mengapresiasi para tukang panggul yang banyak terdiri dari ibu-ibu. Kuli panggul di sini adalah para tulang punggung ekonomi keluarga.
“Harapan Kita mereka sehat rezekinya berlimpah dan mereka dikaruniai kebahagiaan. Nah dulu waktu saya Menteri Sosial Saya pernah membantu alat dorong di sini tapi rupanya *flow* agak padat. Padahal dulu saya berharap mereka tidak lagi memanggul cukup mendorong tapi ya itu butuh proses,” pungkas Khofifah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




