Prof Dr KH Imam Ghazali Said. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Imam Ghazali Said mengingatkan warga NU – termasuk warga NU - agar klan Ba'Alawi - termasuk Habib Luthfi bin Yahya - jangan sampai menduduki posisi kunci di NU. Alasannya klan Ba’alawi selain punya rekam jejak tidak baik yaitu membela penjajah Belanda juga berpotensi akan mengubah sejarah NU.
Bahkan, tegas Prof Kiai Imam Ghazali Said, sebagian klan Ba'Alawi bahkan berani bohong dan membuat Hadits palsu.
BACA JUGA:
- KH Alawi Tantang Ba'alawi Kupas Nasab, Bedah Buku Digelar di Tuban
- Minta Akhiri Polemik Nasab, Kiai Asep Desak PBNU Pertemukan Imad dan Habib Taufiq Assegaf
- Tegaskan Tetap Banom NU, Pengurus Cabang Jatman Tuban Dukung Penuh Kongres XIII Pusat di Boyolali
- Polemik Nasab Tak Penting dan Tak Ada Manfaatnya, Gus Fahmi: Pesantren Tebuireng Tak Terlibat
“Kok cek beraninya,” kata guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu dalam Podcast BANGSAONLINE yang membahas tentang klaim Habib Luthfi Bin Yahya yang mengklaim kakeknya, Hasyim bin Umar bin Yahya, pendiri NU.
Prof Kiai Imam Ghazali Said membantah keras klaim Habib Luthfi itu. Menurut Prof Imam Ghazali, tak ada data sejarah yang mendukung. Pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur itu menjelaskan secara detail dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M. Mas’ud Adnan.
Ia mengingatkan kasus Muktamar NU di Lampung. Menurut dia, Kiai Achmad Chalwani menolak keras saat Habib Luthfi dicalonkan sebagai Rais ‘Aam Syuriah PBNU.
“Kenapa menolak? Ini yang penting. Karena kalau Habib Luthfi jadi Rais ‘Aam ia akan memasukkan kakeknya sebagai pendiri NU,” tegas Prof Dr Kiai Imam Ghazali Said yang juga Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya.
Alumnus Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Khortum Sudan itu juga menilai bahwa nasionalisme klan Ba'Alawi sangat tipis. Sebaliknya, mereka selalu membanggakan Yaman.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




