KH Alawi Tantang Ba'alawi Kupas Nasab, Bedah Buku Digelar di Tuban

KH Alawi Tantang Ba Ilustrasi. Foto: Ist

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Penulis buku Verifikasi Fiqih dan Tafsir Brutal Intellectual Honesty atas Nasab Ba'alawi, KH Alawi Nurul Alam Al Bantani, menantang kalangan Ba'alawi untuk mengupas persoalan nasab secara tuntas agar tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan.

"Kalau mau adu data ke sini, kalau narasi minggir sana," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam kajian sejarah abad ke-3 hingga ke-6 Hijriyah, tidak ditemukan nama Ahmad Muhajir bin Ubaidillah dalam 30 ribu jalur periwayatan dari 216 kitab primer maupun sekunder, seperti kitab rijalul hadits, tafsir, fikih lintas mazhab, tarikh, dan thabaqah.

Menurut dia, jika ada yang menyatakan nama tersebut tersambung kepada Rasulullah, maka harus ditunjukkan sumber referensinya.

Kiai Alawi menegaskan, kajian nasab seharusnya dilakukan dengan rujukan yang berkesinambungan. Ia mengibaratkan munculnya nama Ahmad Muhajir bin Ubaidillah sebagai jembatan baru yang tidak berurutan.

"Memang jembatan itu orangnya gak ada kok disambung-sambungkan. Kalau mau adu data kesini aja, tapi kalau adu narasi jangan sama saya," ucapnya.

Ketua Majelis Ilmu Fathul Qalbi Kota Bandung ini juga menyampaikan bahwa pekan depan akan digelar bedah buku karyanya mengenai kajian nasab. 

Tujuannya agar masyarakat tidak mudah dibodohi dengan klaim bahwa Habaib adalah dzurriyah Nabi Muhammad SAW.

"Nanti di acara bedah buku di Ponpes Tarbiyatul Thullab, Tuban, akan saya kupas secara gamblang. Di sana mengupas bahwa 90% soal ushul (pondasi/metodologi) yang berusaha diubah oleh Ba'alawi," pungkasnya. (afa/mar)