Khofifah Indar Parawansa saat memberi sambutan di acara forum silaturahmi dan pengukuhan pengurus JKSN se-Jawa Tengah (dok. Ist)
SEMARANG,BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa menggelar forum silaturahmi sekaligus mengukuhkan pengurus Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Se-Jawa Tengah di Hotel Metro Park View Semarang, Minggu (24/3/2024).
Dalam kesempatan ini, Khofifah yang merupakan inisiator dari JKSN memberikan sejumlah pesan yang panjang tentang besarnya peran kiai dan santri.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
Utamanya, untuk menjadi speaker dan menyebarkan Islam wasathiyah, demi menjaga persatuan dan kerukunan warga bangsa Indonesia.
"Salah satu PR kita yang harus kita kerjakan bersama sama adalah bagaimana kerukunan, ukhuwah Islamiyah, wathoniyah dan basyariyah serta mewujudkan Islam Wasathiyah bisa terus terjaga," tegas Khofifah.
Pesan ini disampaikan Khofifah sejalan dengan tiga ikrar yang disampaikan para pengurus JKSN Se Jateng dalam pengukuhan.
Pertama, JKSN berkomitmen untuk menegakkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen serta patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Jaringan Kyai-Santri Nasional.
Kemudian, JKSN juga berikrar akan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Cabang Jaringan Kiai-Santri Nasional se Jawa Tengah Masa Khidmat 2023-2028 penuh dedikasi dan keikhlasan demi kepentingan organisasi, kepentingan umat Islam ahlussunnah wa jamaah, dan kepentingan bangsa Indonesia.
Serta akan mengabdikan tenaga dan pikiran demi kepentingan bangsa, negara dan agama dengan menjunjung tinggi kepentingan organisasi demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridlai Allah SWT.
Ia kemudian menceritakan kondisi global dimana banyak negara yang kerukunan warga bangsanya tidak terjaga maka kondisinya kacau dan terjadi perang saudara, dan membuat banyak kondisi tidak stabil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




