DARI KIRI: Zamal Nasution, M Mas'ud Adnan dan Abdullah Firmansyah. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGGSAONLINE.com - Ternyata sekarang terbuka lebar belajar di luar negeri. Bahkan siapa saja bisa belajar atau kuliah di luar negeri.
"Unlimited," kata Zamal Nasution Ph.D dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M Mas’ud Adnan. Jadi berapa pun jumlahnya, calon mahasiswa akan diterima. "Tak terbatas," tambah Zamal Nasution.
BACA JUGA:
- Puluhan Santri di Jombang Keracunan Usai Berbuka Puasa dengan Menu Diduga MBG
- Cak Eri Siapkan Beasiswa UKT bagi Mahasiswa PTS, Pastikan Tiap Keluarga Miskin Punya Satu Sarjana
- Sebelas Kelurahan di Kecamatan Pesantren Kota Kediri Terima Mobil Pelayanan Masyarakat
- R. H. Imron Amin Dorong Pemuda Tingkatkan Kualitas Pendidikan Lewat Beasiswa LPDP
Zamal Nasution adalah alumnus Mahidol University Bangkok, Thailand. Ia sekarang Ketua Alumni Universitas Mahidol Thailnad di Indonesia.
Ia mempersilakan siapa saja, termasuk para santri dari berbagai pondok pesantren, untuk berbondong-bondong mendaftar.
Menurut dia, perguruan tinggi di Thailand lagi butuh banyak mahasiswa. Terutama dari Indonesia. Sebab, di Thailand ada tren anak muda enggan menikah. Kalau toh menikah, mereka tak ingin punya anak karena dianggap merepotkan.
Akibatnya, populasi penduduk Thailand terus menurun. Tiap tahun kekurangan generasi muda. Konsekuensinya, calon mahasiswa pun makin sedikit dan juga menurun. Ibaratnya, mahasiswa yang dibutuhkan 10, tapi yang daftar hanya 8 calon mahasiswa.
Karena itu pihak kampus di Thailand sangat senang kalau anak-anak muda Indonesia mendaftar di kampus mereka.
“Karena mereka (perguruan tinggi Thailand) menilai mahasiswa Indonesia loyal dan pekerja keras,” kata Zamal Nasution.
Menurut Zamal Nasution, kuliah di luar negeri bisa gratis (beasiswa) juga bisa bayar sendiri. Tapi khusus kuliah di perguruan tinggi Thailand, Zamal Nasuiton menjamin gratis.
“Sekarang kan di Kemenag ada program beasiswa BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit) untuk para santri,” kata Zamal Nasution.
Abdullah Firmansyah, pengajar Sulaimaniyah Istanbul, juga mengatakan bahwa kuliah atau belajar di Turki juga mudah dan murah. Bahkan, menurut dia, jika lewat Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, asramanya sudah siap di berbagai kota di Turki.
Wah seru nih. Untuk lebih jelasnya ayo tonton Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang dipandu M. Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE ini sampai tuntas.
Klik di sini untuk nonton podcast.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




