Presiden Joko Widodo.
"Aktivitas kampanye merupakan wujud dari pelaksanaan hak pilih secara universal sesuai dengan deklarasi universal Hak Asasi Manusia bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mengambil sebagian dalam pemerintah negaranya secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas," kata Togap.
Tapi Togap lupa. Bahwa Hillary Clinton bukan keluarga Obama. Bukan istri, apalagi anak.
Begitu juga Macron. Bukan anak Hollande atau saudara Hollanda.
Dan yang penting lagi, baik di Prancis maupun di Amerika Serikat, tak ada calon presiden dan calon wakil presiden yang berani melanggar konstitusi atau mengakali dan mengangkangi konstitusi.
Semua capres dan cawapres melalui proses normal dan wajar sesuai konstitusi dan etika yang berlaku.
Sehingga tak ada kekhawatiran nepotisme, politik dinasti dan pelanggaran konstitusi. Karena itu di Amerika Serikat demokrasi tetap sehat.
Belum lagi soal aparat. Di negara-negara maju yang demokrasinya unggul dan sehat, aparat tak dijadikan alat politik. Apalagi alat intimidasi. Bahkan rakyat terjaga dan dapat pengayoman secara prima.
Alhasil, rakyat dan warga sipil di negara-negara maju dan unggul secara demokrasi merasa nyaman dan aman dari berbagai ancaman dan intimidasi. Karena demokrasi yang dibangun adalah demokrasi substansial, bukan demokrasi artifisial atau demokrasi seolah-olah – meminjam istilah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Dan ini semua bermula dari sang presiden yang memang punya etika mulia, paham demokrasi dan konstitusi. Jadi semua bermuara pada etika dan bahkan akhlak sang presiden. Wallahu’alam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




