KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus). Foto: istimewa
Juga beberapa kasus dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam pemasangan baliho peserta Pilpres 2024 di beberapa tempat yang menimbulkan pertanyaan di kalangan publik. Masyarakat mempertanyakan netralitas aparat negara di tengah tahapan hingga hari pencoblosan Pemilu 2024 mendatang.
Menurut dia, hal tersebut dapat mencederai asas jujur dan adil (jurdil) Pemilu, dan dapat memicu ketidakpastian di masyarakat yang dikhawatirkan mengakibatkan ekses yang buruk.
"Kita harus mencegah Pemilu dari kecurangan. Untuk itu, kehadiran dan suara para tokoh besok (Minggu), menjadi penting, untuk meminta kejelasan kepada pemerintah, bisakah Pemilu dan Pilpres 14 Februari nanti berlangsung secara jujur dan adil," kara Alif dikutip, Sabtu (11/11/2023).
Alif memastikan para tokoh nasional dan lintas agama yang akan hadir memiliki suara jernih agar masyakarat tidak menilai dialog ini lebih berpihak.
Diharapkan, sikap dari para tokoh nasional dan lintas agama ini bisa menjadi landasan masyarakat mewaspadai kecurangan di Pemilu dan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
"Itu garis besarnya. Tentu nanti ada beberapa hal detail yang kita serahkan kepada rembuk tokoh-tokoh besok," ujar Alif. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




