Gubernur Khofifah saat melantik Zanariah sebagai Pj Wali Kota Kediri. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
"Di Kediri banyak pesantren besar, termasuk Lirboyo yang usianya lebih dari 100 tahun. Kediri juga jadi episentrum kerajaan di Jawa Timur. Ada juga kearifan lokal yang harus dijaga. Memahami kultur ini menjadi sangat penting supaya efektif seluruh proses pembangunan yang akan dilaksanakan," paparnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga mengingatkan tentang Bandara Dhoho Kediri yang akan segera diresmikan. Dikatakannya jelang peresmian bandara ini tentunya harus dipastikan bahwa sarana perhubungan atau koneksitas antar wilayah di kawasan Kediri Raya dan sekitarnya harus sudah siap.
"Kalau ini sudah diresmikan operasionalnya, maka akan sangat banyak tamu, investor-investor, serta berbagai interaksi nasional dan internasional yang akan tumbuh dengan cepat di Kediri Raya. Pj Walikota Kediri tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Walikota Abdullah Abu Bakar dulu," ujarnya.
Sementara itu, Zanariah berharap dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Kota Kediri. Ia juga mengatakan akan berdiskusi dengan stakeholder, ulama, pihak terkait sebagai langkah pertama di jabatannya kini.
"Yang pasti, apa yang dicanangkan oleh Walikota terdahulu akan kita lanjutkan. Yang kurang akan kita tingkatkan, yang baik akan kita pertahankan," tuturnya.
Menurut dia, Kediri sudah sangat baik dalam berbagai sektor. Meski begitu, dirinya tetap akan fokus pada pengendalian inflasi, penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem sebagai target nasional.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, Walikota Kediri periode 2019-2023 Abdullah Abu Bakar, serta suami Pj Walikota Zanariah, Mulyadi Yuliyamin. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




