Gubernur Khofifah Sebut Orasi Ilmiah Prof Adi Kuatkan Semangat Jatim Wujudkan ASN Berkelas Dunia

Gubernur Khofifah Sebut Orasi Ilmiah Prof Adi Kuatkan Semangat Jatim Wujudkan ASN Berkelas Dunia Gubernur Khofifah saat menghadiri pengukuhan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Adi Suryanto, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik di Politeknik STIA LAN Jakarta.

“Selain itu, manfaat aplikasi tersebut juga memberi kemudahan kepada seluruh dalam melakukan pengisian serta penghitungan jam pelajaran yang telah berhasil ditempuh dalam waktu setahun. Sehingga, para tidak hanya bisa mengembangkan namun juga bisa mengukur seberapa jauh kompetensinya telah berkembang," urai .

Gubernur menekankan, beragam inovasi tersebut dilakukan agar terus berseiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia luar, yang pada akhirnya akan mampu menjawab tantangan global.

“Sekali lagi kami menyampaikan selamat atas dikukuhkannya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Prof. Dr. Adi Suryanto, M.Si., CHRM sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Publik. Semoga ilmu yang dimiliki bisa semakin bermanfaat bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Pengukuhan dilakukan melalui Sidang Senat Terbuka Politeknik STIA LAN bertempat di Gedung Makarti Bhakti Nagari Jakarta dengan dibuka oleh Ketua Senat Politeknik STIA LAN, Asropi. Dalam kegiatan ini, Adi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk 'Transformasi Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara sebagai Strategi Mewujudkan Birokrasi Berkelas Dunia'.

Saat itu, ia menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi reformasi birokrasi tahun 2025 diperlukan perubahan strategi reformasi birokrasi. Strategi reformasi birokrasi dikatakannya harus mengedepankan standardisasi, pengendalian terhadap input, dan perubahan yang berorientasi kepatuhan menciptakan birokratisasi perubahan yang kontra produktif dalam menjawab tuntutan inovasi dan kecepatan dalam merespon perubahan.

“Strategi reformasi birokrasi perlu diubah dari pendekatan kepatuhan menjadi pengembangan kapasitas untuk belajar,” tegasnya.

Ia menambahkan urgensi perubahan strategi Reformasi Birokrasi ini didukung oleh laporan World Economic Forum tahun 2023. Dimana sebagian besar organisasi menjadikan pembelajaran dan pelatihan sebagai sarana utama untuk melakukan perubahan.

Sedangkan Investasi dalam pembelajaran dan pelatihan untuk pekerjaan menjadi opsi tertinggi dengan nilai poin 81,2 persen yang dipilih dalam laporan tersebut.

“Terlebih di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) seperti saat ini, agile learning atau kegesitan dalam belajar dan mengembangkan kompetensi mutlak dibutuhkan bagi ," terangnya.

"Sehingga para bisa memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan reformasi birokrasi kelas dunia menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pengukuhan itu, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Komjen Pol Suntana, dan beberapa kepala daerah. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO