Kepala Dinsos Tulungagung, Wahiyd Masrur, saat monitoring dan pemeriksaan data ke sejumlah karyawan pabrik rokok. Foto: FERI WAHYUDI/BANGSAONLINE
"Yang sudah dibagikan ke masyarakat itu adalah 4 kali 200 jadi 800, dan sisanya kira-kira 200 kali 3, nanti Insya Allah dibagikan bulan Desember sesuai tahapan dan Perbup dan payung hukum di dalam membagikan BLT DBHCHT itu 2,2,3 nanti dibagikan secara bertahap, jadi angkanya seperti itu,” urai Wahiyd.
Tidak hanya karyawan dan buruh pabrik rokok, DBHCHT juga diberikan kepada KPM dari petani tembakau, lansia, dan individu rentan miskin lainnya. Wahiyd berharap,bantuan ini akan membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam situasi seperti saat ini, di mana persawahan menghadapi kondisi yang sedikit kering.
"Dengan disalurkan BLT DBHCHT tahun 2023 kepada KPM dapat membantu meringankan beban masyarakat terutama kondisi saat ini dimana lahan persawahan mengalami kekeringan," katanya.

Salah satu penerima bantuan, Sri (52), seorang karyawan pabrik rokok dari Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, mengungkapkan rasa syukurnya karena bantuan ini memberikan tambahan pendapatan yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan, seperti beras.
"Alhamdulillah saya juga termasuk mendapatkan bantuan ini, sangat membantu untuk mencukupi kebutuhan pokok di rumah," ujarnya. (adv/fer/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




