Anggota DPRD Situbondo saat sidak pembangunan jembatan di Desa Selomukti.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Komisi III DPRD Situbondo melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pergantian jembatan ruas Bungatan-Suboh (R.128) di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kamis (7/9/2023). Dalam agenda tersebut, dewan menemukan perencanaan yang gagal.
"Ada pengaduan dari masyarakat ditengarai menggunakan peralatan manual," kata Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, kepada awak media di lokasi.
BACA JUGA:
- Mediasi Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Situbondo Gagal, Proses Hukum Jalan Terus
- Orang Tua di Situbondo Laporkan Kakek 60 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak Usia 4,5 Tahun
- DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
- Rapat Paripurna LKPJ Bupati Situbondo 2025 Hasilkan 21 Rekomendasi Strategis
"Setelah mengamati, kami menilai ada perencanaan yang gagal," imbuhnya.
Arifin menyebut, kegagalan perencanaan dalam proyek ini karena tidak ada gambar penahan jalannya.
"Karena jembatan yang besar ini tidak ada penahan jalannya, artinya akan dibentur dengan air, berisiko tergerus". tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa proyek bernilai lebih dari Rp4,6 miliar ini pelaksanaannya disinyalir menggunakan peralatan manual.
"Walaupun mengelak, semuanya menggunakan ready mix, kami tidak percaya sama sekali," ucapnya.
Kader PPP ini juga menemukan jalan darurat yang digunakan warga, dinilai persiapkannya kurang matang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




