Saat Konferensi Pers tanmpa Jurnalis/Wartawan di Polres Pamekasan.
"Ada oknum polisi yang menyindir-nyindir jauh-jauh hari, katanya, jurnalis TV selalu liputan tapi tidak tayang. Mereka gak paham kalau soal tayang tidak tayang itu murni hak redaksi,” katanya, Minggu (20/8/2023)
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Ketua FWP Pamekasan, Ongky Aritas mengaku kecewa dengan Polres Pamekasan. Bahkan bukan dari TV saja, tetapi juga dari media online maupun cetak.
Menurutnya, konferensi pers seharusnya melibatkan Pers, bahkan ia juga menanyakan pers yang mana.
"Ini mengecewakan semua pekerja pers, tidak hanya wartawan televisi (TV), tapi juga wartawan online dan cetak, oleh sebab itu, konferensi pers itu seharusnya melibatkan insan pers, kalau insan pers tidak dilibatkan, lalu, pers siapa yang dimaksud dalam konferensi pers tersebut?," tanyanya.
"Saya sudah instruksikan untuk keluar dari grup WA Mitra Polres yang di dalamnya justru kita tidak mendapatkan akses peliputan perkara secara fair dan proporsional," tegasnya.
Sementara itu, Humas Polres Pamekasan Iptu Sri Sugiarto mengakui bahwa itu atas perintah dari Kasat Reskrim juga Kapolsek Proppo dan Kapolsek Pademawu, agar tidak mengundang Wartawan dalam acara pers rilis pada Jumat kemarin.
"Itukan kasat Reskrim pelaksanaan nya bukan Kapolres terus saya tanyakan gimana pak mengundang teman-teman dan katanya hanya Humas aja jadi internal makanya saya gak berani, kami meminta maaf dan khilaf serta mohon maaf tidak mengundang karena kami hanya sebatas melaksanakan tugas saja kasat Reskrim bilang tidak usah ngundang ya saya tidak undang, pak Kapolsek nya juga gitu bilang nya gitu," tutupnya. (dim/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




