Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
"Saya berharap banyak bahwa UMKM itu sudah ada yang moncer dan siap dijual di skala nasional," ungkap Dhito.
Selain bandara, dibangun stadion dengan konsep sport, bussines, and entertainment yang juga menjadi potensi pasar bagi pelaku UMKM. Kemudian, ada pembangunan jalan tol yang nantinya akan dibuat rest area.
Dhito mengaku pemerintah masih perlu kerja keras lagi untuk menguatkan pelaku UMKM di Kabupaten Kediri supaya naik kelas dan berdaya saing. Sebab, dari keseluruhan UMKM yang terdaftar, mereka yang dilihat sudah siap tidak lebih dari 10 persen. "Kita masih perlu kerja keras," ucapnya.
Berbagai kebijakan telah dilakukan pemerintah daerah untuk menguatkan pelaku UMKM. Mulai dari pembangunan Gerai Rumah Inkubasi (Garasi), Klinik UMKM hingga menyediakan pinjaman dengan bunga ringan bagi pelaku UMKM melalui bank daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati menambahkan, dalam kegiatan seminar tersebut pihaknya memfasilitasi pelayanan perijinan merk, NIB, halal serta PIRT gratis bagi pelaku UMKM.
"Terkait pembinaan ataupun pemberdayaan, Mas Bup telah membentuk Garasi dan ini memudahkan teman-teman UMKM untuk mengakses kegiatan di Garasi," ujarnya.
Saat ini di Kabupaten Kediri sudah ada tiga lokasi Garasi UMKM yang tersebar di Kecamatan Pare, Grogol, dan Papar. Untuk memperluas jangkauan pelayanan itu, diakui Mamiek sudah ada rencana penambahan Garasi untuk di wilayah Kecamatan Ngadiluwih. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




