"Alhamdulillah capaian vaksinasi PMK Jatim di tahun 2023 yang belum sampai akhir ini sudah setara 47%, semoga signifikan dalam menjaga hewan ternak kita agar sehat dan aman dikonsumsi," ungkapnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim menjelaskan bahwa langkah antisipatif ini melibatkan berbagai pihak di Jawa Timur. Seperti Tenaga Kesehatan (Nakes) Hewan baik dokter hewan maupun paramedik veteriner.
"Kami juga melibatkan ratusan dokter hewan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)," ucapnya.
Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia untuk melatih para tenaga kesehatan dari unsur TNI dan POLRI. Selain itu, juga melibatkan ratusan dokter muda dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
"Dengan jumlah SDM yang begitu besar maka tidak salah kalau Jatim berhasil menempati posisi teratas pada capaian vaksinasi PMK," katanya.
Kembali gubernur perempuan pertama Jawa Timur menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang harus terus dibangun dengan semua pihak. Karena persoalan apapun akan dapat diselesaikan ketika semua pihak bahu-membahu melakukan percepatan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Memang kolaborasi, sinergi, strong partnership harus terus dibangun di antara semua stakeholder, ini adalah kunci," pungkasnya. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




