Ciptakan Perang agar Senjata Laris? Simak Kisah Wartawan AS Top Ini

Ciptakan Perang agar Senjata Laris? Simak Kisah Wartawan AS Top Ini Dahlan Iskan

NEW YORK, BANGSAONLINE.com – Ternyata Amerika Serikat (AS) pernah terikat perjanjian dengan Uni Soviet. Yaitu tentang ekspansi . Tapi AS mengingkari perjanjian itu. Bahkan AS yang dikenal sebagai negara industri senjata itu malah ekspansi ke mana-mana. Menciptakan . Apakah termasuk Rusia-Ukraina?

Simak baik-baik tulisan wartawan kondang Dahlan Iskan yang secara apik menulis tentang kisah Christopher Lynn Hedges. Christ adalah handal Amerika yang juga pemenang hadiah Pulitzer –penghargaan tertinggi bagi wartawan Amerika. Tapi ia melawan kebijakan-kebijakan Amerika.

Silakan baca kisah Christopher Lynn Hedges yang pernah ditangkap itu di HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE pagi ini, Rabu (12/7/2023). Selamat membaca:

PENGANTAR REDAKSI BANGSAONLINE

WARTAWAN top satu ini terus saja menulis: semua yang dibuat Amerika, sutradaranya industri senjata. Mereka adalah pengusaha senjata yang kian kaya.

Ia adalah Christopher Lynn Hedges.

Christ adalah wartawan Amerika yang keras kepala. Umurnya kini 66 tahun. Christ sudah menjadi wartawan di Eropa Timur ketika Uni Soviet bubar. Itulah peristiwa yang membuat Perang Dingin berakhir.

Wartawan adalah juga pencatat sejarah. Secara tidak langsung. Christ termasuk wartawan dan pencatat sejarah yang baik. Sebelum terjun ke wartawan pun syarat-syarat menjadi wartawan yang baik ia penuhi. Terutama dalam pembentukan sikap independen. Termasuk belajar bahasa. Ia belajar bahasa latin. Spanyol. Prancis dan kemudian bahasa Arab.

Salah satu yang Christ catat adalah perjanjian antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Yakni antara Presiden Mikhail Gorbachev dengan Menlu Amerika James Baker. Tahun 1989. Ketika Soviet mau membubarkan diri, James menjamin tidak akan memperluas wilayah melebihi Jerman.

Asumsi saat itu Perang Dingin berakhir. Otomatis , pakta pertahanan Atlantik Utara itu, tidak relevan lagi.

Ternyata janji tinggal janji. diperluas terus. Terutama ke negara-negara bekas Uni Soviet. Pun sampai ke Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Semua itu dianggap Christ sebagai provokasi Amerika terhadap Rusia. Lalu jadilah penyebab Rusia menyerang Ukraina 15 bulan lalu.

Tapi, apa pun motivasinya, Christ tetap menganggap serangan Rusia itu sebagai kejahatan .

Christ memang anti . Mungkin sejak lahir. Ayahnya adalah veteran Perang Dunia Kedua yang kemudian juga jadi aktivis anti.

Bahkan Christ anti apa saja: antikemapanan, antikorupsi, antidominasi gereja, antiateis, dan juga antiliberal.

Christ pernah tergabung dalam demo berhari-hari. Caranya: menduduki akses masuk bursa saham New York, Wall Street. Sampai ia ditangkap.

Waktu Amerika menyerbu Iraq pun Christ sangat kritis pada Amerika. Ia wartawan peliput . Di Iraq, Kuwait, Sarajevo, Argentina, dan Afghanistan. Ia tidak mau tergabung dalam kelompok wartawan yang dilindungi tentara. Ia jalan sendiri. Dengan risiko tinggi.

Nama dan sikap independen Christ sangat terkenal. Suatu saat Christ diminta memberi pidato dalam wisuda sarjana di Rockford College –kini Universitas Rockford. Di dekat Chicago.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO