Gus Miftah saat mengisi ORASI Kebangsaan di Lapas Kelas I Madiun.
"Kenapa kita harus mencintai Indonesia, karena di negara inilah kita lahir, besar dan hidup. Maka sudah mnjadi kewajiban kita untuk mencintai NKRI," ujarnya.
Tanggung jawab sebagai WNI juga tidak boleh diabaikan. Dan sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan, maka cara terbaik bertanggungjawab adalah tidak berulah di lapas dan berperilaku yang baik. "Lapas adalah lembaga pembinaan, dan jalan dakwah substansinya adalah pembinaan," katanya.
Menurutnya menjadi penting itu baik, tapi lebih penting lagi menjadi baik. "Karena itu jadikan cita-citamu itu menjadi orang baik," terangnya.
Karena itu ada tiga hal yang patut dilakukan yang pertama adalah sadari kesalahan, sesali perbuatan tersebut dan niat untuk bertobat dan tidak akan mengulanginya.
Sementara itu Kakanwil menyampaikan kegiatan Orasi Kebangsaan tersebut sangat baik dan memberikan dampak positif baik kepada seluruh petugas dan WBP Lapas Madiun. "Semoga ini menjadi jalan kebaikan untuk kita semua, terutama WBP sehingga saat keluar nanti mereka dapat diterima kembali dan memberikan efek positif kepada masyarakat sekitar tempat mereka tinggal," tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut Gus Miftah juga berkesempatan memberikan sebuah nama pesantren yang berada di dalam Lapas Madiun yaitu Hayatus Salam yang artinya selamat hidupnya. (cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




