Suasana demo di depan Kantor Disperindag Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Front Aksi Massa (Famas) menggelar demo di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Senin (30/1/2023). Mereka menduga, dinas terkait dipanggil pihak kepolisian lantaran korupsi anggaran gebyar batik.
Koordinator aksi, Abdus Salam, mengatakan bahwa seruan aksi ke Disperindag Pamekasan untuk mengklarifikasi terkait anggaran Rp1,5 miliar yang diduga bocor dari gelaran pemerintah daerah setempat.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Tabrak Lari Antara Bus dan Motor di Pamekasan, Penumpang Tewas di Lokasi
"Target kita adalah pengawalan di Polres Pamekasan, jadi kalaupun pelaporan yang pertama tidak berjalan, harus melakukan pelaporan kembali, kita harus jadi pelapor. Kalau ini menghabiskan Rp1,5 miliar kemudian targetnya tidak jelas, saya tanya harga batik paling mahal laku berapa setelah gebyar batik?," paparnya.
Menurut dia, indikator yang digunakan Disperindag Pamekasan adalah indikator kesurupan. Ia pun kembali menegaskan bakal mengawal kasus tersebut karena sudah dilaporkan ke pihak berwajib.
"Saya sempat dengar bahwa Polres Pamekasan datang sendiri ke lokasi untuk melakukan investigasi, kalau memang harus ada tersangka, akan lebih cepat, lebih baik,," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




