Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur Imam Jauhari (tengah) saat menunjukkan hasil karya Warga Binaan Lapas Kediri berupa miniatur kapal pinisi didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Teguh dan Kepala Lapas Kediri Hanafi (kanan). Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
David Novian Pamungkas, salah satu WBP Lapas Kelas IIA Kediri, mengaku sangat senang bisa mendapatkan pelatihan membuat aneka kerajinan.
"Nanti setelah bebas dari sini, saya akan mencoba membuka usaha serupa di rumah," ujar David.
Terkait kendala produksi, ia mengaku mengalami hambatan saat membuat karya miniatur sepeda motor. Sebab, produk ini mempunyai tingkat kerumitan tersendiri.
"Kendalanya waktu memproduksi miniatur sepeda motor, karena memproduksi bagian dalam di kendaraannya ini lumayan sulit. Tapi hal ini tetap saya coba, dan akhirnya bisa meskipun butuh waktu," katanya.
Sementara, Kasi Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Kediri, Denie Kamiswara, mengungkapkan pelatihan keterampilan bagi WBP berlangsung sejak satu bulan terakhir. Hal tersebut bertujuan menumbuhkan kompetensi para warga binaan.
"Untuk sementara, hasil kreativitas para warga binaan ini diperdagangkan di depan Lapas Kediri. Harapannya, karya mereka akan dilihat oleh banyak pengguna jalan. Bila tertarik, pengguna jalan akan membeli, sehingga bisa menambah pundi-pundi rupiah bagi pengrajinnya," katanya.
Denie menambahkan, selama satu bulan ini Lapas Kediri telah melatih tiga orang warga binaan. Dari jumlah tersebut, dua orang pengrajin sudah berstatus bebas. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




