Selasa, 15 Juni 2021 03:41

Tahun Ajaran Baru, Mapel Sejarah Diajarkan di Sekolah

Minggu, 06 April 2014 22:21 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nisa

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Kacung Marijan mengungkapkan, mapel Sejarah ini wajib bagi semua siswa dalam setiap jenjang. Untuk jenjang SD pelajaran sejarah dimasukkan ke dalam beberapa mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, PPKN dan beberapa mapel lainnya.

Untuk SMP dan SMA mapel Sejarah ini diwajibkan dengan menjadi mapel tersendiri. Bahkan untuk SMA sejarah ini akan ditambahkan modul tambahan sejarah untuk siswa yang memilih peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS). Sedangkan untuk peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIA) mapel Sejarah ini mutlak harus diajarkan.

“Dirjen Kebudayaan sudah menyiapkan dan menyusun buku peminatan khusus ilmu sejarah. Juga disiapkan modul untuk pelajaran seni budaya,” tandas Kacung.

Dikatakan Kacung, untuk modul pelajaran seni budaya di sekolah, tidak cukup hanya dengan buku. Karena itu pusat sudah menyiapkan modul suplemen dalam bentuk audio visual.

BACA JUGA : 

Hari Pendidikan Nasional, KPI Mengadakan iFEST dan Launching Kuanta

Soal Pendidikan di Masa Pandemi, Litbang Kemendikbud Ajak Seluruh Aktor Pendidikan Berkolaborasi

​Tantangan Pendidikan, Digitalisasi dan Ancaman 51, 8 % Potensi Pekerjaan Hilang

​Winner 2020, Sesi Networking Jadi Program Paling Diminati

SURABAYA (bangsaonline)- Kurikulum 2013 mewajibkan mata pelajaran (mapel) sejarah diikuti seluruh siswa tahun pelajaran 2014 - 2015 ini. Langkah ini ini dilakukan agar ada keterkaitan antara pendidikan dan kebudayaan dengan dimasukannya unsur kebudayaan dalam kurikulum 2013.

"Karena tidak mungkin belajar menari lewat buku. Jadi modulnya berupa audio visual. Sedang kita siapkan," tandasnya.

Program ini dikatakan Kacung sebagai wujud Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) lima tahun ke depan. Karena itu, RPJM pun menjamin ketersediaan modul tambahan ini. "Kita juga memperkuat kebudayaan lokal dan pengayaan bermuatan lokal. Dan modul itu sudah ada di Jatim. Kita ingin lima tahun ke depan semua daerah memiliki," jelas Kacung.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...