Hadiri Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Bupati Gresik: Pancasila Harus Terus Ditanamkan

Hadiri Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Bupati Gresik: Pancasila Harus Terus Ditanamkan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Nanang Setiawan serta JPM Kabupetan Gresik saat sosialisasi wawasan kebangsaan. Foto: ist.

Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk proteksi Kesbangpol mencegah kegiatan-kegiatan negatif dari para pemuda seperti tawuran dan lainnya.

"Kita berikan wawasan kabangsaan, pemahaman nilai-nilai pancasila, menjaga persaudaraan antara satu dan lainnya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Sementara itu, Tursilowanto Harijogi banyak memaparkan tentang pentingnya kembali menanamkan nilai-nilai pancasila. Sebab, saat ini banyak yang tak paham. Terlebih, para generasi muda. Sehingga, banyak perilaku masyarakat yang keluar dari nilai-nilai pancasila yang diajarkan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

"Makanya, forum sosialisasi wawasan kebangsaan untuk kaum muda seperti ini sangat penting ditanamkan untuk kembali membumikan pancasila, memberikan pemahaman tentang perilaku hidup pancasilais," ucap mantan pejabat Pemkab ini.

Ia menjelaskan, dalam pancasila banyak terkandung nilai-nilai untuk perilaku hidup, baik bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

"Dalam pancasila, kita diajarkan hidup saling berdampingan, rukun, guyub, saling menjaga antara satu dan lainnya. Jangan bercerai berai. Bhinneka Tunggal Ika. Meski berbeda agama, suku, ras, tapi satu dalam bingkai NKRI," katanya.

Lebih jauh Tursilo menyatakan, bahwa tantangan mengisi kemerdekaan di era saat ini sangat berat. Tantangannya baik dari dalam (negara sendiri) maupun luar (luar negeri).

Yang dari luar negeri antara lain, proxy war (konfrontasi antara dua kekuatan besar/perang), inkulturasi budaya (perubahan budaya), dan kemajuan teknologi.

"Sementara tantangan dalam negeri antara lain, kenakalan remaja, konflik para elite, peredaran narkoba, tawaran, isu sara, dan lainnya," terangnya.

Selain itu, kata Tursilo adanya kelompok kanan, paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme. Kemudian, kelompok kiri komunisme, liberalisme, dan kapitalisme.

"Untuk membentengi dari itu semua maka harus meneguhkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa, ketaqwaan, kejujuran, kasih sayang, disiplin, kepedulian, seperti yang diajarkan dalam pancasila," terangnya.

Kapten Inf. Supriadi menambahkan, bahwa Sistem Ketahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dalam bela negara harus terus diteguhkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga NKRI.

"Jadi, menjaga keutuhan NKRI bukan hanya tugas tentara. Masyarakat, ormas juga punya peran sebagai sistem cadangan Sishankamrata," katanya.

Ia menambahkan, negara Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang begitu kaya akan alamnya, jadi incaran negara lain.

"Makanya, harus dijaga. Untuk itu, pemerintah saat ini sangat getol membangun infrastruktur untuk menjaga kekayaan, dan aset bangsa. Negara kita kaya. Punya semuanya," tutupnya

Di akhir acara, juga disisi sesi tanya jawab. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta mulai cara menanamkan nilai-nilai pancasila kepada anak-anak sekolah, belah negara saat ini bentuknya seperti apa, dan tahun politik yang rentan membuat terjadinya intoleransi.

Hadir juga, Sekretaris JPM Hamim Farhan, dan anggota Amos Huwae. (hud/sis)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO