Sejarah Halloween, Tradisi yang Menewaskan 151 orang di Itaewon Korea Selatan

Sejarah Halloween, Tradisi yang Menewaskan 151 orang di Itaewon Korea Selatan Ilustrasi gambar Halloween (foto: pixabay)

Bangsa Celtic yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu, merayakan tahun baru mereka pada 1 November di sebagian besar daerah yang sekarang menjadi Inggris Raya, Irlandia, dan Prancis Utara.

Mereka berkeyakinan bahwa pada malam sebelum tahun baru, batas antara dunia orang yang hidup dan orang mati menjadi kabur. Oleh sebab itu, pada malam 31 Oktober Bangsa Celtic merayakan Samhain, yang diyakini bahwa roh orang mati kembali ke bumi.

Selain menyebabkan suatu masalah dan merusak tanaman, Bangsa Celtic berpikir kehadiran roh dari dunia lain konon dapat memudahkan pendeta Celtic untuk meramal masa depan.

Untuk mengenang peristiwa itu, pendeta Celtic akan membuat api unggun suci yang besar, di mana orang-orang akan bergabung untuk membakar tanaman dan hewan sebagai persembahan kepada dewa mereka.

Selama perayaan diadakan, orang Celtic mengenakan kostum yang terbuat dari kepala dan kulit binatang serta saling bercerita nasib satu sama lain.

Setelah perayaan selesai, mereka akan menyalakan kembali perapian untuk melindungi selama musim dingin yang akan datang. (git)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mahasiswa Indonesia Bekerja Part Time Sebagai Petani di Jepang, Viral Karena Gajinya, ini Kisahnya':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO