Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sonny Basuki Rahardjo di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2022).
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Pimpinan DPRD Kota Mojokerto memperingatkan tim gabungan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Tanjung Anyar, agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan untuk mensterilkan ruas Jalan KH Nawawi, Jalan Residen Pamudji, dan Jalan HOS Cokroaminoto.
Sejumlah pimpinan tersebut, juga menyodorkan beberapa rekomendasi kepada Pemkot Mojokerto, untuk menjamin nasib 165 pedagang yang bersedia dipindahkan ke Pasar Rakyat Prapanca, Pasar Kliwon dan Pasar Kranggan atau Rest Area Gunung Gedangan, Rabu (26/10/2022) hari ini.
BACA JUGA:
- Jaga Kamtibmas, Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Tawuran dan Perang Sarung
- Wali Kota Mojokerto Beri Penghargaan Dinas Pendidikan OPD Terbaik Usai Pimpin Upacara Hari Pahlawan
- Wali Kota Mojokerto Dorong Posyandu Jadi Penggerak Sosial dan Ekonomi Keluarga
- Wali Kota Mojokerto Dorong Optimalisasi KKMP Semakin Mandiri dan Berkembang
Tak hanya itu, wakil rakyat tersebut, juga mendorong agar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), agar menggratiskan retribusi pasar dan sewa stan selama tiga bulan berturut-turut. OPD ini, juga diminta berpromosi sebagai bentuk konsekuensi kebijakan baru pemkot tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, Pemkot Mojokerto berniat mengosongkan tiga ruas jalan di sekitar pasar Tanjung Anyar dari PKL. Selama bertahun-tahun, ketiga ruas jalan ini, digunakan untuk PKL menjual barang dagangannya.
Karena dianggap tidak sesuai aturan perda ketertiban umum, sebanyak 165 PKL akan dipindahkan ke tempat relokasi baru, yaitu di Pasar Prapanca bagi pedagang sayur dan sembako, Pasar Kliwon untuk pedagang makanan dan minuman (mamin). Sedangkan, Rest Area Gunung Gedangan bagi pedagang buah.
Ketiga kawasan tersebut, selama ini terkesan sepi, sehingga kurang diminati pedagang.
Sementara untuk pedagang warga Kota Mojokerto, akan direlokasi ke dalam Pasar Tanjung. Sayangnya, rencana itu tidak sesuai dengan apa yang diperkirakan. Sebanyak 59 pedagang, menentang rencana tersebut karena takut kehilangan pelanggannya.
“Kita harapkan tidak sampai ada tindakan represif. Pintu dialog harus tetap dibuka dengan mengakomodir usulan dari pedagang,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sonny Basuki Rahardjo ditemui BANGSAONLINE.com di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2022).
Politisi Golkar ini, juga menekankan relokasi tak asal-asalan. Sebab, tempat relokasi tersebut, semestinya disesuaikan dengan jenis dagangan PKL.
“Seperti pasar buah yang ditempatkan di rest area, bagaimana pemda mengambil langkah yang tepat agar dagangan mereka laku sehingga tidak merugikan pedagang,” katanya
Meski terlihat tak sepaham dengan skema penempatan pedagang, Sonny yang juga ketua DPD Golkar Kota Mojokerto itu, meminta agar pemkot menggencarkan promosi tempat baru tersebut.
“Yang penting promosinya, gelar even-even, jangan hanya sesaat saja. Harus kontinyu, pasang reklame dan sebagainya,” katanya.
Menurutnya, relokasi untuk PKL tersebut, bisa disesuaikan berdasarkan dengan jenis produk yang akan dijual.
“Bedakan jenisnya buahnya, kalau buah impor mungkin bisa ditempatkan di rest area. Kalau untuk konsumsi harian harusnya ada tempat khusus, ini harus diperhitungkan mestinya pasar umumlah,” tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




