Aktivis dari sejumlah LSM yang terlanjur datang ke gedung dewan untuk mengikuti audiensi.
Ia mengaku juga menunggu sejak pukul 9.30 WIB di ruangannya. Karena rapat belum dimulai, dia akhirnya mengisi waktu dengan belajar uji materi persiapan caleg 2024.
Di samping itu, Andri menyebut bahwa informasi pertemuan didapatnya mendadak. Ia mengaku baru mendapat informasi adanya audiensi sekira pukul 05.00 lima pagi (17/10), dari grup WhatsApp DPRD Kabupaten Pasuruan.
Karena itu, ia kembali menyampaikan permohonan maaf atas batalnya agenda audiensi karena kesalahan teknis tersebut.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha berdalih dirinya ada agenda rapat sehingga terlambat menghadiri audiensi tersebut.
"Tidak ada niatan untuk datang terlambat, tapi berhubung ada rapat bersamaan, akhirnya saya datang terlambat," kata Yudha.
Ia mengaku harus menghadiri rapat bersama densus 88 dan para kiai di kantor pemkab yang dimulai sejak pagi. Rapat itu berlangsung hingga siang, sehingga dia datang terlambat.
Yudha berharap ada penjadwalan ulang terkait pertemuan itu supaya persoalan segera diselesaikan.
"Jadi sekali lagi, saya mohon maaf dan kami berharap ada jadwal pertemuan ulang terkait pembahasan hari ini," pungkas sekda. (afa/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




