Lahan pertanian di Trenggalek yang rusak akibat banjir.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bencana banjir yang terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek belakangan ini mengakibatkan ratusan hektare lahan tanaman pertanian rusak. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Didik Susanto, angkat bicara.
Ia berujar, berdasarkan data sementara disebutkan bahwa ratusan hektare lahan pertanian yang rusak itu terjadi di 6 kecamatan yakni Pogalan, Gandusari, Munjungan, Watulimo, Durenan, dan Trenggalek. Lebih detail, lahan tanaman pertanian yang rusak di Kecamatan Pogalan meliputi tanaman jagung seluas 245 hektare, cabe 100 hektare, kacang tanah 75 hektare, dan kedelai 59 hektare.
BACA JUGA:
- Air Hujan Deras Selama 2 Jam Rendam Pantura Pasuruan, Lalu Lintas Lumpuh
- Pemkab Jember Bergerak Cepat Usai Banjir Besar, Tiga Jembatan Jadi Sorotan
- PU Bina Marga Jatim Petakan Kerusakan Pascabanjir, Jembatan di Jember Jadi Prioritas Perbaikan
- Percepat Pengendalian Banjir, Bupati Lamongan Tinjau Penguatan Tanggul Kali Plalangan
Disusul kemudian kerusakan lahan tanaman pertanian di Kecamatan Gandusari meliputi jagung 55 hektare, kacang tanah 35 hektare, kedelai 55 hektare. Kerusakan selanjutnya 5 hektare tanaman padi yang terjadi di Kecamatan Munjungan dan Watulimo. Adapun kerusakan tanaman pertanian berikutnya berada di Kecamatan Durenan yakni kedelai 5 hektare.
"Untuk yang Trenggalek itu padi 11 hektare, jagung 42 hektare, dan kedelai 77 hektare," kata Didik saat dikonfirmasi, Jumat (14/10/2022).
Melihat kondisi tersebut, ia mengusulkan agar para petani yang lahannya terdampak bencana banjir segera mendapatkan bantuan benih padi tahun ini.
"Walaupun itu tidak mengganti semuanya, minimal benih itu disediakan pemerintah sehingga mungkin dia (petani) bisa sedikit termotivasi untuk terus melanjutkan usaha taninya," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




