Gus Sofa (kanan). foto: hendro/BANGSAONLINE
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KH Drs Musofa Izzudin MAg, Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun mengaku terang-terangan menolak Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) diberlakukan pada Muktamar NU ke-33 pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang.
”Sebenarnya saya sejak dulu setuju AHWA. Tapi saya tak setuju kalau AHWA itu diberlakukan pada Muktamar ke-33 di Jombang,” kata Gus Sofa – panggilan KH Drs Musofa Izzudin, MAg kepada Hendro Utomo, wartawan BANGSAONLINE.com di Madiun.
BACA JUGA:
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
- Gus Miftah Ingin Jadi Sekjen PBNU? Ini Respons Kiai dan Kader NU
Kenapa Gus? ”Karena AHWA ini hanya dijadikan alat untuk menyisihkan seseorang dan untuk mengangkat seseorang,” tegas pengasuh Pesantren Al-Mujaddadiyah Madiun ini.
Apa ada indikator AHWA untuk menjegal calon Rais Am tertentu, Gus. ”Ya ada. Semua Cabang (PCNU) tahu. Tapi mereka tak berani mengatakan itu. Kalau saya berani,” katanya.
Ia bahkan mengaku pernah ditelepon oleh salah seorang petinggi PWNU Jawa Timur karena menolak AHWA. ”Dulu di pesantren saya kan ada halaqah. Pesertanya para kiai seluruh Mataraman,” tuturnya. Hasil halaqah itu menolak AHWA yang kemudian dimuat di Radar Madiun.
”Saya lalu ditelepon karena menolak AHWA,” katanya sembari menegaskan bahwa kehadiran KH Hasyim Muzadi ke pesantren yang dipimpinnya juga jadi sorotan. ”Mungkin saya dikira dapat uang. Padahal acara itu saya torok (rugi),” katanya sembari tertawa.
Gus Sofa berpendapat bahwa AHWA juga tak bisa mengikis riswah (money politics). ”Bukan sistemnya yang harus diubah, tapi mindset kita ini yang perlu dibenahi. Kalau jadi pengurus NU, dari PCNU, PWNU sampai PBNU, masih berpikir uang, diubah AHWA ya tetap saja money politics,” katanya.
Menurut dia, sekarang yang penting bagaimana mengubah mindset pengurus NU. ”Jadi AHWA kita siapkan waktu selama lima tahun. Kalau pengurus NU sudah tahu bahwa lima tahun yang akan datang nanti sistemnya begini, mereka sudah tak berpikir uang lagi,” katanya. Saat itulah AHWA perlu diberlakukan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




