Gubernur Jambi Dr Al Haris tampak sangat serius berdiskusi salat hajat bersama Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Masjid Agung Al Falah Jambi, Jumat (11/3/2022). Foto: mma/bangsaonline.com
Setelah selesai berdoa baru kita salat witir tiga rakaat. "Dua kali salam," katanya.
Gubernur Al Haris tampak sangat antusias terhadap salat hajat tersebut. Kiai Asep pun menjelaskan secara detail kepada Gubernur Al Haris.

(Pembicara Bedah Buku Kiai Asep tampak Dr KH Mujib Qolyubi (paling kiri, baju putih), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (pakai jas), M Mas'ud Adnan (pegang mik) dan Dr Fadly Usman (paling kanan, pakai baju batik. Foto: bangsaonline.com)
Bahkan Kiai Asep mengaku memberikan ijazah yang lain. “Saya juga ijazahkan salat sunnah syuruq,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com usai acara tersebut. Salat sunnah syuruq adalah salat yang dilaksanakan usai matahari terbit yang tingginya kira-kira sepenggalah atau setinggi tiang. Waktunya hampir bersamaan dengan salat dhuha.
Kiai Asep memuji akhlak Gubernur Al Haris dan Wagub Abdullah Sani. “Sangat tawaddlu (rendah hati),” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, Gubernur Al Haris dan Wagub Abdullah Sani merupaka pejabat yang memiliki ketaatan beragama sangat tinggi. Mereka, kata Kiai Asep, selain sosok pejabat tinggi juga tokoh agama di Jambi.
Kiai Asep juga memuji program salat Subuh berjamaah yang dilakukan Gubernur Al Haris bersama para OPD-nya. “Luar biasa gubernur kita, istiqomah salat Subuh berjamaah bersama masyarakat,” kata Kiai Asep saat memberikan taushiah.
Kiai Asep kemudian mengutip sebuah Hadits yang artinya, barang siapa salat Subuh berjamaah, maka hidupnya dalam tanggungan Allah SWT. Mereka tidak akan kekurangan bahkan akan selalu dijaga oleh Allah SWT.
Usai acara salat Subuh berjamaah, Gubernur Al Haris mengajak Kiai Asep dan rombongan sarapan di sebuah warung yang menyajikan menu khas Jambi. Diantaranya nasi gemuk. Nasi ini mirip dengan nasi Uduk khas Betawi.
Warung itu sangat sederhana tapi ramai pengunjung.
“Gubernur memang selalu sarapan di situ,” tutur Sahudi Ramli. Gubernur Al Haris memang dikenal sebagai pejabat familiar dan dekat dengan rakyatnya.
Pantauan BANGSAONLINE.com, di warung yang padat konsumen itu Gubernur Al Haris riwa-riwi sendiri mengurus makanan dan minuman yang dipesannya, termasuk sarapan untuk Kiai Asep. Padahal kepala daerah - apalagi setingkat gubernur - umumnya selalu dilayani ajudan.
Gubernur Al Haris tampak beberapa kali menyapa para pengunjung yang duduk di meja lain atau berpapasan. Ia menanyakan kabar dan berapa anaknya.
Penampilan Gubernur Al Haris di warung itu memang lebih tampak sebagai tokoh agama ketimbang pejabat tinggi yang birokratis. Apalagi ia memakai baju koko, kopiah putih dan bersorban putih.
Gubernur Al Haris yang sebelumnya menjabat Bupati Merangin dua periode (2013-2018 dan 2018-2021) itu memang selalu berbaur dengan masyarakat tanpa disekat oleh protokol yang ketat. Ia tampak lebih mengutamakan rakyatnya ketimbang memikirkan kepentingan dirinya sendiri.
Karena itu Kiai Asep memuji karakter Gubernur Al Haris.
“Luar biasa. Hebat sekali ya,” kata Kiai Asep saat berada di mobil kembali ke penginapan di hotel. Ia mengaku berdoa agar rakyat Jambi semakin maju. Kiai Asep juga mengaku siap untuk datang kembali ke Jambi demi kemajuan, terutama dalam bidang pendidikan.
Usai acara salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Al Falah itu Kiai Asep memberikan ceramah di Pondok Pesantren Nurul Iman di Kabupaten Muaro Jambi. Di depan para santri putra dan putri itu, Kiai Asep menyampaikan 7 kunci mudah menyerap ilmu. Yaitu belajar sungguh-sungguh, sedikit makan, selalu dalam kondisi punya wudlu, membaca al Quran dengan cara melihat (nadzran), meninggalkan maksiat, salat malam dan tidak beli atau makan kue diluar pesantren.
Kiai Asep hanya sebentar di Pesantren Nurul Iman karena harus segera ke Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Pesawat Kiai Asep dan rombongan boarding sekitar pukul 12.00 siang.
Sementara acara bedah buku tentang Kiai Asep juga berlangsung cukup gayeng. Acara yang berlangsung di rumah dinas Gubernur Jambi itu dimoderatori Dr Fadly Usman (Wakil Ketua Umum Pergunu dan Wakil Rektor IKHAC).
Buku yang dibedah berjudul Kiai Asep, Kiai Besar Bin Kiai Besar dan Berpikiran Besar. Judul ini berasal dari tulisan Dahlan Iskan, wartawan kondang yang mantan menteri BUMN. Buku itu kemudian ditulis Djoko Pitono, wartawan senior.
Kemudian juga buku berjudul Inspirasi dan Perjungan Kiai Asep Saifuddin Chalim Membangun Manusia Indonesia. Buku ini ditulis Muhammad Ismail Adnan.
Tampil sebagai pembicara sekaligus testimoni dalam bedan buku itu adalah Dr KH Mujib Qoyubi (mantan Katib Syuriah PBNU), M Mas’ud Adnan (CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com) dan Kiai Asep sendiri. (berita tentang bedah buku Kiai Asep bisa dibaca di bagian lain BANGSAONLINE.COM).
Menurut Mas'ud Adnan, buku Kiai Asep yang segera terbit berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan. Buku ini relatif lengkap dan konprehensif dalam memotret sosok dan kiprah Kiai Asep karena ditulis dan disajikan dalam bentuk catatan jurnalistik.
Kiai Asep di Jambi selama dua hari. Kiai Asep bersama rombongan. Selain Kiai Mujib Qolyubi, Fadly Usman dan Mas'ud Adnan, juga ikut dalam rombongan tersebut Ahmad Zuhri (Wakil Sekretaris Pergunu), Mohammad Ghofirin (Sekjen OPOP) dan Muhammad Ismail Adnan (penulis buku Inspirasi dan Perjungan Kiai Asep Saifuddin Chalim Membangun Manusia Indonesia).
Selama di Jambi Kiai Asep dikawal para pengurus PW Pergunu Jambi. Terutama Ketua PW Pergunu Jambi Sahudi Ramli dan Sekretarisnya, Arfan Aziz.
Kiai Asep memuji Sahudi Ramli dan para pengurus PW Pergunu Jambi karena selain ikhlas dan pekerja keras juga punya banyak akses. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




