Kadisperindag dan ESDM Jember Achmad Sudiyono saat memberikan motivasi kepada 100 peserta Pelatihan Training of Trainers (TOT) Bimbingan Tekhnis Peningkatan Keterampilan di Kabupaten Jember. Foto: yudi indrawan/BANGSAONLINE
JEMBER (BangsaOnline) - Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki potensi sangat besar dalam menghasilkan prodak industri makanan dan minuman. Baik dalam skala besar, menengah, maupun kecil. Saat ini pertumbuhan industri makanan dan minuman mengalami peningkatan sekitar 3.6 persen setiap tahun.
Industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman, memiliki jumlah pelaku yang sangat besar, namun hanya dapat memberikan kontribusi produksi nasional sekitar 15 persen, jika dibandingkan dengan industri besar dengan pelaku sebesar 5 persen saja. Mereka mampu memenuhi 85 persen produksi mamin. Ini artinya, kapasitas produksi IKM mamin adalah sangat kecil.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Timpangnya perbandingan produksi antara IKM dan industri besar disinyalir akibat rendahnya kualitas pemasaran pelaku IKM. Selain volume produksi yang sangat rendah, IKM tidak memiliki strategi penafsiran pasar yang jitu.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya saing dengan industri besar. Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Jember akan mencetak ribuan wirausahawan baru.
"Dan kami telah bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember, dengan tujuan para wirausaha baru ini, akan dibekali ilmu ketarampilan dan skill sesuai dengan keinginan mereka. Ini bertujuan, bagaimana masyarakat itu bisa mandiri dengan dibekali skill dan ketrampilan, dengan tidak dipaksakan. Ada sekitar 25 item jenis makanan dan minuman yang kami sediakan. Mereka tinggal memilih sesuai dengan hati nurani dan kemampuan mereka masing-masing,” ujar Kepala Disperindag dan ESDM Kabupaten Jember Achmad Sudiyono, usai menutup kegiatan Training of Trainers (TOT), yang diikuti 100 orang calon pelaku usaha, di Jember, Selasa (31/3).
Lebih lanjut , Achmad Sudiyono menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini adalah angkatan kedua, atau sudah dua tahun berjalan. Tahun pertama (2014), sasarannya 1.000 peserta ekskaryawan PT Sampoerna yang jadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Untuk tahun kedua ini, sasarannya masyarakat umum. Hari ini kita melatih 100 orang calon trainer, yang menjadi trainer di masing-masing kelompoknya. Masing–masing kelompok nantinya berjumlah 10 orang. Mereka akan dibekali keterampilan dan skill 25 item produk makanan dan minuman. Tahun ini sengaja kami kembangkan item produknya, kalau tahun kemarin 15 item, sekarang 25 item dengan berbagai produk makanan dan minuman yang bahan bakunya banyak dijumpai di Kabupaten Jember. Seperti buah jeruk, kita bisa membuat minuman kemasan tanpa bahan pengawet, salah satunya kita bisa buat minuman atau dibuat kripik, banyak contoh-contoh lainnya yang akan kita kembangkan,“ jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




