Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat berkunjung ke kediaman Miss Hijab Jawa Timur, Nurul Iftitah.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), memberi dukungan kepada Miss Hijab Jawa Timur, Nurul Iftitah, yang mengikuti ajang Grand Final Miss Hijab Indonesia 2021.
Dukungan itu diwujudkan Gus Barra dengan berkunjung langsung ke kediaman Nurul Iftitah di Dusun Banci, RT 21/RW 06, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
"Hari ini saya datang ke sini, untuk memberikan motivasi dan dukungan ke Miss Hijab Jawa Timur 2021 asal Mojokerto Nurul Iftitah. Sebagai Miss Hijab, Mbak Tita ini mengangkat One Pesantren One Product (OPOP) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di kancah nasional pada Grand Final Miss Hijab Indonesia tanggal 9 Desember mendatang," ujarnya, Rabu (1/12).
Tak hanya memberikan motivasi, Gus Barra secara pribadi juga memberi dukungan sebesar Rp5 juta untuk Nurul Iftitah.
Nurul Iftitah pun berterima kasih atas kedatangan dan dukungan yang diberikan Gus Barra. "Terima kasih banyak atas kedatangan Gus Barra ke tempat kami, khususnya buat doa, motivasi, dan dukungannya. Gus Barra berpesan agar tetap berdoa dan berusaha yang terbaik, untuk hasil kita serahkan ke Allah SWT," kata Nurul.

Nurul Iftitah mengaku tertarik daftar di pemilihan Miss Hijab Jawa Timur, karena ini adalah kontes pertama untuk perempuan muslimah yang berhijab. Alasan kedua ia tertarik maju menjadi Miss Hijab karena temanya pendidikan dan sosial, yang mana saat ini tengah digeluti olehnya.
Diketahui, saat ini ia sedang aktif mengajar bahasa Inggris dan mengelola konveksi sekaligus memberikan pelatihan gratis untuk perempuan di Mojokerto.
"Ada 100 orang yang mendaftar dari berbagai kota dan kabupaten di Mojokerto, hanya 20 orang yang diambil untuk finalis dan mengikuti karantina," ucap Nurul.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




