Para pemandu lagu (purel) yang mendapat pemahaman tentang bahaya narkoba. (Haris/BANGSAONLINE)
LAMONGAN (BangsaOnline) - Puluhan pemandu lagu dari 7 rumah karaoke di kota santri mendapat pembinaan mengenai bahaya penyebaran Narkoba dan HIV/Aids. Disamping diikuti para pemandu lagu (purel), juga diikuti sejumlah organisasi masyarakat (Ormas); Organisasi Profesi dan keperawatan.
Kasat ResNarkoba Polres Lamongan, AKP. Andi Lilik menyatakan peningkatan jumlah pengguna narkoba di Lamongan mengalami peningkatan.
BACA JUGA:
- Ungkap Kasus Peredaran Narkoba, Polresta Sidoarjo Amankan 25 Tersangka
- Polresta Sidoarjo Ungkap 19 Kasus Narkoba Selama Maret 2026, 25 Tersangka Diamankan
- Pemkab Jember Perkuat Pencegahan Narkoba di Kalisat, Bupati Fawait Tekankan Peran Penting ini
- Mendes Yandri Ajak JKSN dan Pergunu Bentuk Satgas Anti Narkoba dan Judol
"Tahun 2014 ada 7 orang tersangka namun tahun 2015 melonjak menjadi 12 orang," ungkapnya.
Menariknya dari beberapa kasus yang ditangani pihaknya kebanyakan para pengguna sudah beralih profesi sebagai penjual. "Dan tiap tahun ada wajah baru yang bermunculan," jelasnya.
Budi Hardjo, Ketua Penyelenggara worksop menyatakan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat meredam laju perkembangan narkoba utamanya dengan mulai menjamurnya beberapa rumah karaoke, imbuhnya.
"Disamping itu, dengan adanya pemaparan ini akan memberikan pengetahuan soal bahaya Narkoba dan HIV/Aids didunia para pemandu lagu," tandasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




