Petugas Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan saat melakukan monitoring.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk memantau kerberhasilan inseminasi buatan (IB) yang dilakukan di beberapa sentra produksi ternak, Pemkab Pasuruan melalui dinas peternakan dan ketahanan pangan intens melakukan monitoring kegiatan tersebut.
Sebab, keberhasilan inseminasi buatan merupakan upaya mendukung ketersediaan ternak pada masyarakat Kabupaten Pasuruan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, drh. Diana Lukita. Ia mengatakan, monitoring inseminasi buatan itu dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menerjunkan semua petugas lapangan. Harapannya, angka kebuntingan pada ternak dan jumlah kelahiran pedet (anak sapi) di Kabupaten Pasuruan meningkat.
“Semakin banyak ternak yang bunting tepat waktu, maka terjadi peningkatan jumlah kelahiran pedet. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian panjang guna mendukung keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (24/9).
Ia mengungkapkan, kegiatan inseminasi buatan di antaranya dilakukan dinas peternakan dan ketahanan pangan di Kecamatan Prigen. Ada sekitar 60 peternak yang diberikan IB massal serta pemeriksaan kebuntingan dan pemberian vitamin.
"Faktanya, kegiatan tersebut mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat. Mereka berharap kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun," jelasnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




