Mengawali event Jember Fashion Carnival (JFC), Yayasan Jember Fashion Carnaval menggelar International Meteorite Artefacts Exhibition dan Webinar 2021.
Hendy mengatakan, bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah. “Dengan adanya artefak ini kita juga mengingatkan kepada anak dan cucu kita nanti, bahwa di Jember memiliki peradaban yang tidak kalah dengan masa mendatang,” katanya.
Hendy menegaskan bahwa Pemkab Jember mendukung penuh terselenggaranya International Meteorite Artefacts Exhibition dan Webinar 2021. Bahkan pihaknya berencana mendirikan sebuah museum koleksi barang-barang peninggalan sejarah di Jember.
Opening JFC ini selain menampilkan artefak juga menampilkan JFC dan Linkrafin, sekelompok anak muda Jember yang baru-baru ini menjuarai event tingkat nasional.
Adapun webinar tersebut menghadirikan narasumber budayawan dalam negeri maupun luar negeri. Yakni, Prof. Dr Nurul Taufiqu Rahman sebagai Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Umar Ahmad Bupati Tulang Bawang, Tomini Sakura Ijuin President of World Kids Musiumkan Japan, Dani Irwanto Pemerhati Budaya dan Penulis Buku: Land of Punt, Sundaland, dan Topradana.
Kemudian, Dr. KH. Muhammad Maryani Fajar Riyanto budayawan dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yokyakarta, Rahmad Yudiantoko, KAPITAYAN membaca kitab tanpa tulis yang tersimpan di dalam keris-keris nusantara, Suyanto CEO JFC, Dedy Endarto budayawan dan Founder of Online Wilwatika.
Selanjutnya, Peterson Menezes pemerhati budaya dan bela diri dari Brasil, Dr. Sadwika Salain dari ICHI (Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia), Agung Budi Prasetiyo pemerhati arkeometrolugi, Sirajuddin dari Dinas Pariwisata NTB Bima, Dr. (C) Mukhamad Mahfud budayawan dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yokyakarta, Hdirochib Sabarudin pengamat sejarah dan budaya Madura, dan Arro seniman musik. (yud/eko)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




