Pelaksanaan vaksinasi di Kota Surabaya terkendala habisnya stok vaksin.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hingga kini ketersediaan vaksin yang masih terbatas jadi kendala bagi Pemkot Surabaya dalam mencapai target herd immunity. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Febria Rachmanita menyebutkan bahwa hingga hari ini, Senin (2/8/21), stok vaksin Sinovac di Surabaya habis. Sehingga pihaknya belum bisa melakukan vaksin dosis kedua, karena masih menunggu kedatangan vaksin dari pemerintah pusat.
"Kami imbau agar masyarakat tak perlu khawatir. Nanti jika kiriman vaksin dari pusat sudah diterima pasti kami laksanakan kembali vaksinasi dosis kedua," kata dia.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Selain Sinovac, pelaksanaan vaksinasi dosis kedua AstraZeneca (AZ) juga masih menunggu ketersediaan vaksin di puskesmas. Sebab, stok yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk pelaksanaan vaksin dosis kedua.
Sementara itu pada minggu lalu, pemkot menerima pasokan vaksin Moderna. Namun vaksin itu rencananya akan diberikan untuk para tenaga kesehatan mulai minggu ini. Untuk pelaksanaannya, pihak pemkot masih melakukan pendataan.
Hingga saat ini yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama sekitar 1,5 juta warga. Untuk dosis kedua sebesar 790 ribu warga. "Jadi sasaran vaksinasi di Surabaya berkisar 2,8 juta jiwa," tutupnya. (dra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




