Dr. Sri Untari Bisowarno, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 di Jatim, termasuk banyaknya kasus klaster keluarga, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyarankan pembentukan pusat isolasi terpadu dan terpusat (isoter) di tiap-tiap balai desa maupun kelurahan yang ada di Jawa Timur.
Menurut Untari, persebaran klaster keluarga harus menjadi perhatian serius antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota di bawahnya. Melalui pusat isolasi terpadu dan terpusat itu setidaknya dapat menekan persebaran kluster keluarga.
BACA JUGA:
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Mentan Nyatakan Jawa Timur Swasembada Pangan, DPRD Jatim Apresiasi Pemprov
“Covid sudah menyeruak hingga ke desa-desa. Gagasan isoter di tiap desa dan kelurahan, ini karena menyeruaknya semakin luas,” ungkap Sri Untari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/8/2021).
Menurut Untari, pembentukan isolasi terpadu itu bisa dilakukan melalui refocusing anggaran untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Baik APBD kabupaten/kota maupun provinsi.
“Ini semua dihitung dan masing-masing ini akan dibantu dengan jumlah populasi yang berbeda, maka bed akan berbeda juga,” ujarnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut yakin pembentukan isolasi terpadu di tingkat desa efektif untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Berkaca dari efektivitas kampung tangguh yang mampu menangani pandemi Covid-19 di tingkatan paling mikro.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




