Rabu, 28 Juli 2021 21:24

Petrokimia Gresik Teken MoU Pembelian Gas dengan Kangean Energy Indonesia

Jumat, 18 Juni 2021 19:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Petrokimia Gresik Teken MoU Pembelian Gas dengan Kangean Energy Indonesia
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu saat teken MoU. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik, Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia meneken Memorandum of Understanding (MoU) jual beli gas bumi dengan Kangean Energy Indonesia (KEI).

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dengan President Director KEI Ltd., Minoru Kuniyasu dalam event "Oil & Gas Investment Day" dengan disaksikan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman serta Menteri ESDM Arifin Tasrif, di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa melalui kesepakatan ini Petrokimia Gresik berencana membeli gas bumi dari Lapangan Gas Wilayah Kerja Kangean yang diperkirakan onstream pada tahun 2027 mendatang, dengan besaran yang akan ditentukan kemudian.

Gas dari KEI ini nantinya, lanjut Dwi Satriyo, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pabrik pupuk amoniak-urea (amurea) eksisting, atau pabrik lainnya. Seperti diketahui, gas bumi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis urea, NPK, dan ZA.

BACA JUGA : 

Jelang Masuki Masa Pensiun, Kadinsos Gresik Maksimalkan Penuntasan Tugas Pelayanan Masyarakat

Dukung Pemerintah, Petrokimia Gresik Gelar Vaksinasi Gotong Royong untuk 3.179 Peserta

Bupati Gus Yani Siapkan Isi Ulang Tabung Oksigen di Posko Darurat Covid-19

Perampok Bersenjata Api Satroni Rumah Bos Kafe di Gresik, Gasak Uang Puluhan Juta dan Perhiasan

"Untuk itu dibutuhkan jaminan pasokan gas bumi yang berkelanjutan agar target produksi pupuk tidak terganggu, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terjaga," ujar Dwi Satriyo.

Menurut dia, saat ini kebutuhan gas bumi Petrokimia Gresik mencapai 144 MMSCFD, yang dipenuhi dari beberapa KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Gas tersebut digunakan untuk memenuhi produksi pupuk bersubsidi maupun komersial di perusahaan.

Dwi Satriyo lebih jauh menjelaskan bahwa kebutuhan gas bumi bagi Petrokimia Gresik semakin penting untuk mendukung program related diversified industry atau meneruskan hilirisasi produk.

Salah satunya adalah rencana pembangunan pabrik soda ash, yang akan memanfaatkan gas CO2 hasil samping dari pabrik amoniak sebesar 174 ribu ton. Program ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah atau profitabilitas.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah untuk pemenuhan gas bagi Petrokimia Gresik. Pemenuhan ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan semata, tapi juga pertanian di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan bahwa gas bumi adalah komponen yang sangat penting bagi industri pupuk, sehingga kepastian pasokan dan ketersediaannya sangat menentukan keberlanjutan dan pengembangan perusahaan.

Oleh karena itu, Bakir juga sangat mengapresiasi dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), yang telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

"Melalui surat keputusan tersebut, Pupuk Indonesia bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing," pungkas Bakir. (hud/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...