Rabu, 04 Agustus 2021 13:26

Sunat Dana BOP untuk Pesantren, Plt. Kepala Kemenag Kota Pasuruan Ditetapkan Tersangka

Jumat, 18 Juni 2021 18:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Sunat Dana BOP untuk Pesantren, Plt. Kepala Kemenag Kota Pasuruan Ditetapkan Tersangka
Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan, Munif, saat dana dana BOP secara simbolis kepada perwakilan lembaga penerima, belum lama ini.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dr. Drs. Munif, M.Ag., Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kemenag Kota Pasuruan, dijebloskan ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan operasional pendidikan (BOP) dari Kemenag RI.

Ia diduga ikut menikmati aliran dana hasil pemotongan BOP untuk madrasah diniyah (madin) dan pondok pesantren (ponpes), bersama FQ, yang telah terlebih dahulu ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan.

Penetapan tersangka sekaligus penahanan Munif ini dilakukan Penyidik Kejari Kota Pasuruan setelah dilakukan tiga kali pemeriksaan. Kepada penyidik, Munif mengakui menerima aliran dana hasil pemotongan BOP tersebut.

Kepala Kejari Kota Pasuruan, Mariyadi Idham Khalid menyatakan, berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan pada saksi, terungkap bahwa Munif ikut menikmati hasil korupsi BOP. Setelah dikonfrontrir, Munif mengakui bahwa ia menerima setoran uang korupsi dari tersangka FQ.

BACA JUGA : 

Ikut ​Nikmati Hasil Korupsi BOP, Kepala Kemenag Kota Pasuruan Dijebloskan ke Penjara

Ketua FK3JT Minta APH Ambil Langkah Tegas Terhadap Kasus Dugaan Pemotongan BOP

Jalan Berdua Dilaunching, Pengantin Baru di Kota Pasuruan Bisa Urus KTP dan KK Elektronik dari Rumah

Kasus Dugaan Korupsi BOP Kemenag, Kejari Bangil Sudah Periksa 500 Penerima Bantuan

"Tersangka MF (Munif) mengakui telah menerima uang dari pemotongan BOP Kemenag dari tersangka FQ yang sudah ditahan lebih dulu. Kami mengamankan barang bukti berupa uang Rp 15 juta," kata Mariyadi.

Menurut Mariyadi, saat ini pihaknya tengah mendalami keterlibatan Munif dalam penyaluran BOP Kemenag. Diduga kuat, sejak awal memang ada rencana jahat untuk memotong dana BOP.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2021 lalu, Munif sempat mengaku tidak tahu menahu terjadinya pemotongan bantuan tersebut. Sebab, dana BOP disalurkan langsung melalui rekening masing-masing lembaga penerima.

“Mekanisme penyaluran bantuan ini sudah saya jelaskan pada penyidik Kejari Kota Pasuruan. Lembaga pendidikan langsung menerima bantuan langsung melalui rekening masing-masing,” kata Munif. (afa/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...