Kamis, 29 Juli 2021 08:48

Kuasa Hukum Terdakwa Camat Duduksampeyan Anggap Dakwaan Jaksa Cacat Formil

Selasa, 18 Mei 2021 19:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Kuasa Hukum Terdakwa Camat Duduksampeyan Anggap Dakwaan Jaksa Cacat Formil
Tim Kuasa Hukum Camat Duduksampeyan Nonaktif Suropadi saat sidang virtual di PN Tipikor Surabaya. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dengan terdakwa Camat Duduksampeyan Kabupaten Gresik Nonaktif, Suropadi, kembali digelar di PN Tipikor Surabaya, Selasa (18/5/2021).

Kali ini, sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr. Johanis Hehamoni, S.H., M.H. dengan materi pembacaan eksepsi (keberatan) dari Penasihat Hukum (PH) terdakwa Suropadi, Andi Fajar Yulianto, S.H., C.T.L., dari Kantor Hukum Fajar Trilaksana, Yanto, S.H., Rudi Suprayitno, S.H., Muhlison S.H., dan Drs. Kholik, S.H., M.Pdi.

Dalam eksepsinya, Fajar menganggap surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik dalam sidang sebelumnya cacat formil. "Mengapa? Karena materi dakwaan tak disusun dengan cermat," kata Fajar.

Fajar membeberkan sejumlah alibinya kalau dakwaan JPU cacat formil. Di antaranya, adanya penyampaian informasi data yang tidak valid terkait data tanggal kapan dimulai penahanan yang tidak cocok dengan fakta.

BACA JUGA : 

Kuasa Hukum Terdakwa Camat Duduksampeyan Nonaktif Nilai Saksi Ahli Inspektorat Tak Kuasai Materi

Sidang Lanjutan Camat Duduksampeyan Nonaktif, Hakim PN Tipikor Tolak Eksepsi Terdakwa

Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Camat Duduksampeyan, Jaksa Akui Ada Kesalahan Data

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Dugaan Korupsi di PDAM Gresik Usai Lebaran

"Seharusnya tanggal 15 Debruari 2021 dilakukan panahanan, tapi tertulis 10 Februari 2021, termasuk tanggal perpanjangan penahanannya," ungkap Sekretaris DPC Peradi Gresik ini.

Kemudian, lanjut Fajar, dakwaan JPU spekulatif. Alasannya, satu kontruksi peristiwa hukum diterapkan dalam 2 klasifikasi dakwaan primair maupun subsidair. "Karena itu, perkara ini kami anggap prematur, sebab hanya berangkat dari temuan inspektorat yang belum tuntas sudah dijadikan perkara. Dan inspektorat tidak berwenang menentukan kerugian negara. Sehingga perkara ini kami anggap dipaksakan dan prematur," sambungnya.

"Karena cacat formal, maka dakwaan yang disusun secara tidak cermat dan kabur, sehingga berdasar hukum surat dakwaan haruslah dibatalkan atau setidaknya surat dakwaan tidak dapat diterima," jelasnya.

Fajar meminta kepada majelis hakim agar nota keberatan/eksepsi ini dijadikan pertimbangan yang akhirnya nanti dapat memberikan putusan sela, bahwa hukum perkara aquo dihentikan dan tidak dapat diperiksa lebih lanjut.

"Juga kami meminta yang mulia majelis hakim memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum agar mengeluarkan dan/atau membebaskan terdakwa Suropadi dari tahanan, serta mengembalikan nama baik, harkat, dan martabatnya, dan membebankan biaya perkara kepada negara," pungkasnya.

Atas eksepsi PH terdakwa Suropadi, Ketua Majelis Hakim Dr. Johanis Hehamoni, S.H., M.H. menyatakan sidang dilanjutkan pada 25 Mei 2021, dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...