Kamis, 24 Juni 2021 20:17

Petrokimia Gresik Gandeng Kadin Kota Batu Garap Komoditas Jeruk

Selasa, 11 Mei 2021 21:18 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Petrokimia Gresik Gandeng Kadin Kota Batu Garap Komoditas Jeruk
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat teken MoU dengan Kadin Kota Batu. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik, Perusahaan Solusi Agroindustri Anggota Holding Pupuk Indonesia memperluas kerja sama program agro solution dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan tanam perdana demonstration plot (demplot) tanaman jeruk seluas 2.000 meter persegi di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (10/5/2021).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa program agro solution merupakan inisiasi dari Holding Pupuk Indonesia (Persero) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.

Oleh karena itu, Petrokimia Gresik terus berupaya memperluas jangkauan program ini dengan menggarap berbagai komoditas, tidak terbatas pada padi dan jagung. "Semakin bervariasi komoditas yang digarap dalam program ini, maka manfaat dari program agro solution dapat semakin dirasakan oleh lebih banyak petani," jelas Dwi Satriyo.

BACA JUGA : 

Petrokimia Gresik Teken MoU Pembelian Gas dengan Kangean Energy Indonesia

Petrokimia Gresik Gandeng PTPN XI Perluas Manfaat Agro Solution untuk Petani Tebu

Permudah Petani Dapatkan Informasi, Kementan RI Beri Fasilitas IT untuk BPP Kota Batu

Petrokimia Gelontorkan Bantuan Rp1,1 Miliar untuk Masyarakat Sekitar Perusahaan

Dwi Satriyo mengungkapkan, Kota Batu dipilih karena merupakan salah satu sentra penghasil jeruk di Jawa Timur. Kota Batu juga dipilih sebagai tempat dibangunnya Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk yang diresmikan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) beberapa waktu lalu.

Hal ini membuktikan bahwa lahan pertanian jeruk di Kota Batu tidak hanya mendukung sektor pertanian, tapi juga menjadi sarana wisata. "Dengan demikian, program agro solution juga akan turut mendorong peningkatan pada sektor lainnya, dalam hal ini pariwisata," terang Dwi Satriyo.

Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik bersama Kadin Batu menargetkan pelaksanaan agro solution pada lahan 3.000 hektare (ha).

Dalam kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan memberikan kawalan budi daya mulai dari layanan mobil uji tanah, sosialisasi pemupukan berimbang, sampai pada penyediaan pupuk nonsubsidi yang berkualitas, serta pendampingan agronomis yang diawali dengan program demplot jeruk.

"Melalui demplot ini petani dapat mengenal kualitas pupuk nonsubsidi Petrokimia Gresik, serta dapat menjadi percontohan yang nantinya dapat diduplikasi oleh petani sekitar," terangnya.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga telah menggarap komoditas padi, jagung, dan tebu di berbagai daerah melalui program agro solution. Ini menjadi wujud dukungan Petrokimia Gresik terhadap ketahanan pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani.

Dikatakan, agro solution merupakan program yang mengusung konsep usaha pertanian dari hulu hingga hilir. Program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19 melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dalam program ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16.000 hektare, atau 32% dari total target Pupuk Indonesia Grup seluas 50.000 hektare di tahun 2021.

Selama ini, para petani masih berhadapan dengan banyak kendala dalam menjalankan usahanya. Di antaranya, seperti rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih, dan lainnya) tidak terjangkau, minimnya akses ke lembaga keuangan, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya.

"Untuk itu, melalui program ini, Petrokimia Gresik bersama mitra akan melakukan pendampingan intensif bagi petani dalam menjalankan usaha pertanian dengan memberikan jaminan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian," pungkasnya. (hud/zar)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...