Senin, 10 Mei 2021 14:30

Mudik ke Probolinggo, 53 Pekerja Migran Dikarantina

Selasa, 04 Mei 2021 21:04 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Andi Sirajuddin
Mudik ke Probolinggo, 53 Pekerja Migran Dikarantina
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo telah mengarantina 53 PMI yang baru datang dari luar negeri. (foto: ist)

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo bertindak tegas terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung ke Kabupaten Probolinggo. Hingga Selasa (4/5/2021), sudah 53 PMI yang baru datang dari luar negeri dan mereka harus menjalani karantina.

Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, ke-53 orang PMI tersebut harus menjalani karantina 5 hari dan swab 2 kali yang hasilnya harus 2 kali negatif.

"Kemudian harus dijemput kadesnya (dengan pernyataan bermeterai) untuk meneruskan karantina di desanya melanjutkan sampai 14 hari, jadi kurang 9 hari di desa," ujar Ugas Irwanto.

Tidak hanya itu, Kepala Kesbangpol Linmas Kabupaten Probolinggo ini juga menegaskan jika nantinya ditemukan ada PMI yang positif, akan dikarantina hingga hasilnya dua kali negatif.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran, Satgas Covid-19 Probolinggo Pantau Sejumlah Pertokoan

Mantan Anggota DPRD Kota Probolinggo Adukan Dugaan Pungutan di SMKN 3 ke Polisi

Beri Apresiasi, Pemkot Probolinggo Bagikan Bantuan Sembako untuk Ratusan Petugas Kebersihan

Terpilih Aklamasi, Rahadian Jadi Ketua KONI Kota Probolinggo

"Data dari kemarin ada 53 migran. Namun, per hari ini dalam perjalanan hanya belum tahu pasti jumlahnya. Kayaknya, ada lagi sekitar 9 migran yang kami kirim langsung menuju ke PPKM Maron," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati menambahkan, selama menjalani karantina, aktivitas para PMI ini melakukan olahraga, mendapatkan bimbingan psikologi, bimbingan rohani, vitamin, dan makan. Jadi statusnya sama dengan orang confirm tanpa gejala.

“Rata-rata dari luar negeri para PMI ini berasal dari Malaysia dan Singapura. Tetapi yang paling banyak adalah Malaysia. Setelah dinyatakan negatif, mereka diharapkan dikarantina selama 14 hari di desa melalui PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Skala Mikro,” ujarnya.

Dengan upaya ini, Dyah mengharapkan agar Kabupaten Probolinggo menjadi hijau semua sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali seperti dahulu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan walaupun sudah diimunisasi, karena imunisasi tidak bisa menangkal masuknya virus.

"Tapi dengan imunisasi daya tahan tubuh menjadi naik sehingga tidak menimbulkan gejala yang berat, paling stadium 1 atau 2 tidak sampai masuk ke rumah sakit, ICU, dan lain-lain, namun virus tetap masuk sehingga protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” pungkasnya. (ndi/zar)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untu...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...