Selasa, 15 Juni 2021 04:49

​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri

Selasa, 27 April 2021 19:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Ketua Lesbumi NU KH Agus Sunyoto Dimakamkan di Kediri
Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PBNU, KH Ngabehi Agus Sunyoto, semasa hidup. foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PBNU, KH Ngabehi Agus Sunyoto meninggal dunia pada Selasa (27/4), di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya, Jawa Timur.

Atas permintaan keluarga, jenazah KH. Agus Sunyoto di makamkan di Kediri, tepatnya di Kompleks Masjid Ar Rosyad, Dusun Balong, Desa/Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jatim, Imam Mubarok membenarkan bahwa KH Agus Sunyoto dimakamkan di Kediri. Tepatnya di Kompleks Masjid Ar Rosyad, Dusun Balong, Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo.

"Pihak keluarga dari almarhum KH Agus Sunyoto sudah menyerahkan seluruh proses pemakaman kepada kami. Kami tentu sangat kehilangan sosok beliau (KH Agus Sunyoto). Beliau adalah guru kami yang mengajar lebih dari 27 tahun," kata Gus Barok, sapaan Wakil Ketua Lesbumi NU Jawa Timur itu, Selasa (27/4/2021).

BACA JUGA : 

Sempat Ada yang Minta Tolong Dipilih, Ternyata Konvensi Capres NU 2024 Hoaks

Kutuk Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, NU Jatim Instruksikan Nahdliyin Baca Qunut Nazilah

Kiai Agus Sunyoto, Ensiklopedia Berjalan itu Tutup Usia

​Gus AMI Masih Dibutuhkan PKB, Tak Ada Rencana Jadi Ketua Umum PBNU

Gus Barok juga mengaku bersyukur KH Agus Sunyoto bisa dimakamkan di Kabupaten Kediri. Menurutnya, KH. Agus Sunyoto adalah guru besar. Sedangkan Kabupaten Kediri adalah tempat dulu KH Agus Sunyoto memperjuangkan reformasi saat zaman Presiden Soeharto.

"Selain itu di Masjid Ar Rosyad, beliau pernah mengajar di pondok pesantren ini dan pernah beberapa kali mengisi ceramah di sini," terang Gus Barok.

KH Agus Sunyoto sendiri lahir di Surabaya, 21 Agustus 1959 dan dikenal sebagai sosok budayawan yang produktif menulis. Salah satu karyanya ialah buku "Atlas Wali Songo" yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Ia berusaha meyakinkan publik bahwa Wali Songo adalah fakta sejarah, bukan sekadar dongeng. Bahkan yang terakhir sempat menulis sejarah Gajah Mada dalam tiga jilid. (uji/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...