Soal Polemik Hukuman Mati, Kiai Hasyim Minta Presiden Taati Aturan Hukum Indonesia

Soal Polemik Hukuman Mati, Kiai Hasyim Minta Presiden Taati Aturan Hukum Indonesia KH.Hasyim Muzadi saat memberikan konferensi pers pasca membuka sarasehan regional Jatim Kepahlawanan KH.Wahab Chasbullah sabtu (21/2/2015) Foto : adi Susanto (bangsaonline.com)

JOMBANG (BangsaOnline) - Polemik yang muncul akibat rencana eksekusi mati gembong Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dalam pandangan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH. Hasyim Muzadi tidak tepat. Bahkan ia meminta Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tak terpengaruh dengan desakan pihak luar negeri yang meminta pembatalan eksekusi hukuman mati bagi para terpidana kasus narkoba.


Pemerintah RI, tandas KH Hasyim Muzadi, harus berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia, meskipun keputusan hukum tersebut mendapat kecaman dari pihak luar negeri. "Tidak usah terpengaruh luar negeri. Karena luar negeri sendiri sebetulnya juga melakukan hukuman mati, cuma belum tentu kita tahu," katanya, di Jombang, Sabtu (21/2/2015).

Desakan pencabutan hukuman mati bagi terpidana narkoba, menurut mantan Ketua Umum ini, motifnya pantas diselidiki. Dia khawatir, dengan berkedok pelanggaran HAM, kelompok-kelompok yang mendesak pencabutan hukuman mati tersebut ternyata menjadi bagian dari jaringan pengedar narkoba internasional.

"Kita belum mengerti apakah orang-orang yang meminta agar hukuman mati tidak dilakukan itu, ada hubungannya atau tidak dengan jaringan peredaran narkoba internasional," ulas pengasuh dua pesantren mahasiswa al-Hikam Malang dan Depok Jawa Barat itu.