Kamis, 13 Mei 2021 09:03

Warga Klanderan Kediri Temukan Benda Diduga Cagar Budaya Saat Bersih-bersih Sungai

Rabu, 14 April 2021 15:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Warga Klanderan Kediri Temukan Benda Diduga Cagar Budaya Saat Bersih-bersih Sungai
Roby Wijanarko, Kasun Sugihwaras Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, saat menunjukkan benda yang diduga cagar budaya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebuah batu yang diduga sebagai benda cagar budaya berupa kepala kala ditemukan Cahyo Umar Guritno, warga Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, beberapa waktu lalu.

Cahyo menemukan batu bergambar kepala kala tersebut saat membersihkan sungai di sekitar rumahnya, Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan.

Penemuan benda berupa kepala kala dan keramik yang diduga peninggalan periode Jawa Tengah dan Era Majapahit itu langsung mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Roby Wijanarko, Kasun Sugihwaras Desa Klanderan membenarkan adanya temuan benda diduga cagar budaya oleh Cahyo Umar Guritno, warga RT 10 RW 3 Dusun Sugihwaras.

BACA JUGA : 

Warga Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan yang Dibuatnya Sendiri, Tubuh Putus Menjadi Tiga Bagian

Terus Perjuangkan Raperda Pengelolaan dan Perlindungan Sumber Air, ARPL Temui Kadisparbud

Bagi Warga Kota Kediri, Pasang Baru Instalasi PDAM Cukup Rp 350 Ribu, Ini Promo Ramadan

Mbah War, Sang Maestro Biola Asal Kediri itu Meninggal Dunia

Menurut Roby, benda berupa kepala kala itu ditemukan saat yang bersangkutan membersihkan sungai di sekitar Bok Telon. Selain menemukan kepala kala, warganya itu juga menemukan artefak berupa kendi dan keramik era majapahit yang diduga dari daratan China dan Indocina, serta uang koin kuno.

Roby mengatakan, tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri sudah mengecek langsung keberadaan benda cagar budaya tersebut, untuk diteliti lebih lanjut.

"Kepala kala ini memiliki panjang 60 centimeter, lebar 23 centimeter, dan tinggi 26 centimeter dengan tebal 13 centimeter. Saat ini benda tersebut masih diamankan di belakang rumah warga," kata Kasun Sugihwaras, Roby Wijanarko, Rabu (14/4).

Sementara itu, Eko Prianto, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya masih melakukan penelitian atas temuan benda cagar budaya tersebut.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk mengetahui pasti keasliannya dan mengetahui periodisasi benda tersebut," kata Eko kepada wartawan, usai melakukan pengecekan benda diduga obyek cagar budaya tersebut. (uji/rev)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...