Rabu, 12 Mei 2021 03:11

Buntut Ricuh Antar Perguruan Silat di Tuban, Ketua Panitia Kopdar Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 13 April 2021 21:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Buntut Ricuh Antar Perguruan Silat di Tuban, Ketua Panitia Kopdar Ditetapkan Jadi Tersangka
Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban akhirnya menetapkan ketua kopdar acara salah satu perguruan silat sebagai tersangka, setelah terjadinya kericuhan antar-perguruan di wilayah KIT Kecamatan Jenu.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan, ketua kopdar berinisial W (22) warga Kecamatan Parengan ditetapkan jadi tersangka setelah didapati membawa sajam. Ia diduga ikut terlibat dalam kericuhan dengan warga yang diketahui juga anggota perguruan lain. Akibat perkelahian itu, 3 orang mengalami luka-luka dan 2 motor rusak parah.

"Yang bersangkutan, W, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan oleh penyidik. Karena membawa senjata tajam berupa pedang saat kericuhan terjadi," ungkap AKBP Ruruh, Selasa (13/4).

Ia menceritakan, kejadian bermula pada Minggu (11/4) lalu ketika sekitar 200 orang dari salah satu perguruan melakukan konvoi dari arah timur Kota Tuban menuju Pantai Semilir Kecamatan Jenu. Tujuannya untuk menghadiri kopi darat yang dilaksanakan oleh perguruan tersebut.

BACA JUGA : 

Korlantas Polri Sambangi Pos Penyekatan di Perbatasan Jatim-Jateng

Tabrak Truk Tronton, Pengendara Motor di Tuban Tewas di Tempat

Kasihan, Hidup Sendirian, Pria di Tuban ini Ditemukan Tewas di Sofa

Coba Kelabui Petugas, Dua Pemudik Cantik asal Surabaya Dihadang di Tuban

Sesampainya di Pantai Semilir Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, rombongan diimbau untuk putar balik oleh anggota Polsek Jenu. Karena dikhawatirkan terjadi gesekan dengan komunitas lain.

"Rombongan pun keluar dari Pantai Semilir. Namun setelah sampai Kawasan Industri Tuban (KIT), bertemu dengan beberapa orang dari kelompok di luar komunitasnya yang kemudian terjadilah penganiayaan dan pengrusakan," tambah Ruruh.

(W saat dimintai keterangan petugas)

Mendengar kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut, akhirnya Polsek Jenu bertindak cepat dengan membubarkan kegiatan kopdar yang berada di Pantai Semilir. Ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan balik yang dilakukan komunitas dari korban pengeroyokan.

"Setelah dibubarkan, kemudian W (22) ketua pelaksana kopdar dibawa ke Mapolsek Jenu untuk dimintai keterangan. Pada saat pemeriksaan dan penggeledahan barang bawaan ditemukanlah senjata tajam berupa pedang yang disimpan oleh pelaku di dalam tas merek Alto miliknya," bebernya.

Ruruh mengimbau agar masyarakat menaati aturan, yakni memberitahukan setiap kegiatan kepada pihak kepolisian setempat. Pasalnya, saat ini masih dalam situasi pandemi, terlebih kegiatannya berupa pengumpulan massa yang bisa menjadi penyebab kerumunan.

"Ketika melaksanakan kegiatan jangan sampai membuat resah masyarakat, pengguna jalan lainnya, serta masyarakat yang dilewati," pungkasnya. (gun/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...