Senin, 17 Mei 2021 23:49

Tumpukan Ribuan Identitas Pelanggar Prokes Bikin Bingung Kejari Sidoarjo

Senin, 12 April 2021 22:35 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Herlambang
Tumpukan Ribuan Identitas Pelanggar Prokes Bikin Bingung Kejari Sidoarjo
Kepala Kejari Sidoarjo Arief Zahrulyani.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo masih mencarikan solusi atas ribuan identitas baik KTP, SIM, dan STNK yang ditilang karena melanggar protokol kesehatan. Pasalnya, kurang lebih sebanyak 4.900 KTP, SIM, maupun STNK tersebut hingga kini belum diambil pemiliknya.

Kepala Kejari Sidoarjo Arief Zahrulyani mengatakan, masih belum menemukan solusi yang konkret terkait tumpukan KTP yang ada di Kejari Sidoarjo. Sebanyak 4.900-an identitas tersebut disita dari pelanggar protokol kesehatan selama Covid-19.

"Sejak dilakukan razia prokes, sampai hari ini KTP yang terkumpul dan belum diambil sama pemiliknya sebanyak 4.900-an," ujar Arief Zahrulyani saat ditemui di kantornya, Senin (12/4/2021).

Jumlah tersebut merupakan sisa dari total seluruh pelanggar prokes di Sidoarjo yang mencapai 16 ribuan pelanggar. Dari jumlah tersebut, Kejari Sidoarjo juga sudah menyetor hasil denda KTP selama prokes sebanyak Rp 1,6 miliar. "Ada 1,6 miliar yang sudah disetorkan ke kas daerah," tambahnya.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran, Satgas Covid-19 Probolinggo Pantau Sejumlah Pertokoan

Razia Penginapan di Bungurasih, Polresta Sidoarjo Amankan 7 PSK dan 2 Pasangan Mesum

Personel Gabungan Amankan Sidang Tipiring Protokol Kesehatan di Sidoarjo

Operasi Non Yustisi, Satpol PP Kota Kediri dan Tim Gabungan, Dapati 33 Orang Tak Bermasker

Para pelanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda sebesar Rp 150 hingga Rp 200 ribuan. Meski demikian, pihaknya saat ini masih memikirkan solusi atas ribuan identitas yang masih belum diambil para pemiliknya.

"Kita juga belum tahu pasti ya, kenapa KTP itu belum diambil sama mereka. Dan itu bukan hanya warga Sidoarjo saja, ada juga yang dari daerah lain," tegasnya.

Jika alasan warga terpaku pada jarak, maka ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan masing-masing kepala desa. Sehingga pelanggar bisa mengambil KTP-nya di desanya masing-masing.

"Selama ini kami belum mengambil langkah untuk KTP ini karena khawatir dimanfaatkan pihak tertentu. Sebab, dendanya ini kan masuk ke kas daerah," tambahnya.

Meski demikian, pihaknya juga merencanakan akan membuka stan di MPP Sidoarjo untuk pengambilan KTP milik pelanggar prokes. (cat/ian) 

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Senin, 17 Mei 2021 18:27 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Munculnya buzzer dan influencer dalam media sosial (medsos) mengungkap realitas sosial keagamaan secara telanjang. Fenomena ini terlihat dari konten atau narasi yang diproduksi para buzzer dan influencer. Umpatan kasar...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...