Kamis, 15 April 2021 02:06

Waspada! Gendam Online Mulai Sasar Korban di Surabaya

Jumat, 09 April 2021 15:47 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
Waspada! Gendam Online Mulai Sasar Korban di Surabaya
Tangkapan layar grup Telegram fiktif milik pelaku yang beranggotakan ribuan orang.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus penipuan lewat online kembali terjadi di Surabaya. Tak tanggung-tanggung dalam menipu, pelaku sampai gunakan ilmu gendam (guna-guna) atau hipnotis untuk mengelabui korbannya.

Umumnya, modus penipuan online yang dipakai si pelaku dengan cara mengiming-imingi korban mendapat hadiah atau memberi kabar bahwa keluarga korban mendapat musibah kecelakaan. Korban lalu disuruh transfer sejumlah uang.

Korban penipuan dengan modus gendam kali ini dialami oleh Icha (27), Warga Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Ia pun hanya bisa pasrah. Pasalnya, uang tabungannya sebanyak Rp4 juta itu raib hanya dalam waktu sekejap pada Rabu (7/4/2021) pagi.

Ibu muda ini menceritakan kronologi penipuan online tersebut. Awalnya, tiba-tiba dia dimasukkan ke dalam sebuah grup Telegram oleh orang yang tak dikenalnya. Di grup telegram yang berisi 3.000-an anggota itu terdapat iming-iming investasi dengan keuntungan yang besar.

BACA JUGA : 

Pemkot Surabaya Keluarkan Panduan Pelaksanaan Ibadah Selama Ramadan dan Idulfitri

Ekonomi Berangsur Membaik, Penjualan Mobil Bekas di Bulan Ramadan Diprediksi Naik 10 Persen

Pemkot Surabaya dan Kejari Tanjung Perak Lakukan MoU Penyelamatan Aset Negara

Pastikan Harga Stabil Saat Ramadan-Lebaran, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar di 31 Kecamatan

Ibu muda ini menceritakan kronologi penipuan online tersebut. Awalnya, tiba-tiba dia dimasukkan ke dalam sebuah grup Telegram oleh orang yang tak dikenalnya. Di grup telegram yang berisi 3.000-an anggota itu terdapat iming-iming investasi dengan keuntungan yang besar.

Dia pun kaget, kok tiba-tiba bisa berada di dalam grup tersebut. Berniat ingin tahu, Icha lalu melontarkan pertanyaan di grup tersebut, mempertanyakan penawaran investasi yang dinilainya tidak masuk akal. "Kok bisa saya masuk di grup ini, punya nomor saya dari mana?," ujarnya dengan nada bertanya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (9/4/2021).

(Tangkapan layar transfer Rp3 juta melalui aplikasi Dana yang sempat diabadikan korban)

Selang sekitar lima menit, ada seseorang yang meneleponnya melalui Telegram tersebut. Saat inilah pelaku melancarkan aksi gendamnya ke korban. Tanpa disadari, korban telah mentransfer uang sebanyak Rp4 juta, secara berturut-turut Rp1 juta kemudian Rp3 juta melalui handphone ke sebuah nomor rekening Bank BTPN 90260119844 atas nama Sesoca Caesar Tri Juliawan.

Sadar menjadi korban penipuan online, Icha pun mencoba menghubungi pelaku. Berharap mendapat klarifikasi, dia malah mendapat makian dari pelaku yang kemudian langsung menutup teleponnya.

Usai menutup teleponnya, pelaku lalu memblokir nomor Telegram-nya serta menghapus semua percakapan serta riwayat telepon yang ada di grup. Terakhir, pelaku menghapus grup Telegram investasi yang berisi ribuan anggota itu.

"Aneh banget, masa habis ditelepon semua percakapan di grup bahkan riwayat telepon miliknya (pelaku) hilang semua dalam beberapa detik. Berarti mereka itu pintar sekali menghilangkan jejak," ujar korban keheranan.

Seketika itu, korban langsung menelepon pihak Bank BTPN melalui nomor 1500300 untuk meminta segera memblokir nomor rekening pelaku. Namun, kata customer service (CS) bank tersebut tidak mudah memblokir sebuah nomor rekening seseorang. Ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui.

Video Call dengan "Pelaku"

Usai mengirimkan beberapa berkas ke CS Bank BTPN, korban lalu meminta tolong ke teman-temannya untuk membantu melacak identitas "pelaku" yang ada di nomor rekening. Berhasil mendapatkan identitas "pelaku" dari Instagram, korban langsung menghubungi "pelaku" pada Kamis (8/4/2021) pagi.

Setelah DM (chat Instagram) ke "pelaku", seketika itu "pelaku" langsung menghubungi korban lewat video call Instagram untuk konfirmasi. Namun, "pelaku" mengaku bahwa dirinya juga sebagai korban penipuan yang memanfaatkan KTP-nya.

Pria yang awalnya diduga sebagai "pelaku" ini lantas melakukan konfirmasi ke pihak Bank BTPN Cabang Madiun. Pasalnya, dia mengaku tidak pernah mengurus hingga memiliki rekening di bank tersebut.

(Tangkapan layar nama dan foto profil fiktif yang digunakan pelaku untuk mengelabui korban, beda dengan nama di nomor rekening)

Adapun untuk lebih meyakinkan lagi, pria yang bernama Caesar tersebut menemui petugas CS sembari video call dengan korban. Di hadapan CS, Caesar menuturkan bahwa dirinya tidak pernah memiliki rekening di Bank BTPN. Lalu dia mempertanyakan kenapa bisa ada nomor rekening atas nama dirinya itu.

"Saya tidak pernah membuka Bank BTPN, apalagi sampai nipu orang lain," ujar korban menirukan Caesar melalui video call di depan CS.

Setelah dicek petugas CS Bank BTPN Cabang Madiun, ternyata nama Caesar berikut nomor rekening tersebut tidak ada dalam data. Dia menduga pelaku membuka rekening lewat handphone tanpa menghubungi petugas terlebih dahulu.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bank BTPN masih terus melakukan investigasi terhadap nomor rekening fiktif yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan tindak penipuan online tersebut. (ian/zar)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...