Aksi GMNI saat tabur bunga di depan Gedung Pemkab Bangkalan, sebagai simbol mati surinya kepemimpinan Bupati R. Abdul Latif Imron. foto: AHMAD FAUZI/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bangkalan menggelar aksi demo di kantor Pemkab Bangkalan, Jum'at (9/4).
Kedatangan mereka untuk menagih janji politik Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron Amin saat kampaye pilkada 3 tahun silam.
BACA JUGA:
- Jawab Keluhan Warga, Bupati Bangkalan Live TikTok 5 Jam
- Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Apresiasi Progam Bunga Nol Persen untuk UMKM: Harus Tepat Sasaran
- Rokok Ilegal Senilai Rp900 Juta Dimusnahkan Lanal Batuporon dan Bea Cukai di Bangkalan
- Gelar Pembinaan Aparatur Desa, Pemkab Bangkalan Dorong Peningkatan APBDes
"Masyarakat Bangkalan tidak merasakan kemajuan dan kesejateraan, mengingat infrastruktur banyak yang hancur, gedung sekolah banyak ambruk, bahkan banyak bantuan sosial dari pemerintah pusat tidak diterima, serta program tersebut tidak memberikan dampak terhadap pembangunan bagi masyarakat," ujar Syaiful Arif, Koorlap GMNI saat orasi.
Dalam demo itu, mereka juga mempertanyakan banyaknya visi misi Bupati Bangkalan yang belum terwujud. Karena itu, massa menuntut bertemu dengan Ra Latif -sapaan Bupati Bangkalan-, namun gagal.

Mereka hanya ditemui oleh Moh. Fahri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan. Ia meminta maaf karena Ra Latif belum bisa menemui massa aksi. "Bupati Bangkalan tidak bisa menemui karena banyak agenda, yaitu kegiatan di Surabaya," jelas Moh. Fahri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




