Kamis, 29 Juli 2021 04:17

Guru SMP-nya Salah Jawab Pertanyaan, Kiai Asep Pernah Dikasih Nilai 2 Pelajaran Fisika

Senin, 29 Maret 2021 10:38 WIB
Editor: mma
Guru SMP-nya Salah Jawab Pertanyaan, Kiai Asep Pernah Dikasih Nilai 2 Pelajaran Fisika
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. selalu kebanjiran tamu. Ia banyak menerima tamunya di raung tamu Guest House Institut KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. foto: MMA/ BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim punya banyak kenangan saat masih muda. Selain hidup susah karena abahnya, KH Abdul Chalim, wafat, sehingga ia harus keluar dari sekolah, juga pernah dikerjai gurunya.

“Saya dikasih nilai 2 untuk pelajaran fisika,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com di sela-sela menerima banyak tamu dan Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se-Kabupaten Bangkalan dan Sampang di Masjid Kampus KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto, Minggu (28/2021) sore.

Loh kenapa? Ternyata sang guru kesal. Tersinggung. Guru SMP Negeri Sidoarjo itu salah saat menjawab pertanyaan muridnya yang bernama Asep.

Apa pertanyaan Asep muda sehingga gurunya tak bisa menjawab. “Kalau benda dimasukkan ke dalam air, kan ada tekanan udara sebesar benda yang kita masukkan. Misalnya kita memasukkan batu ke dalam air, maka akan ada tekanan udara sebesar batu itu,” kata Kiai Asep memulai kisahnya sembari menyebutkan bahwa gurunya perempuan.

BACA JUGA : 

Respons Keluhan Ojol Saat Pandemi Covid-19, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin

Bagikan Sembako, Gus Bara Didampingi Putra Gubernur, Kiai Asep Ungkap Kunci Sukses

Giliran Pedagang di Kawasan Bangsal, Kutorejo, dan Pungging Terima Paket Sembako dari Gus Barra

Dukung Penggunaan Garam Krosok untuk Tangkal Corona, Kiai Asep: Jangan Saling Menyalahkan

“Saya tanya (kepada bu guru), berat mana air yang batunya dimasukkan ke dalam air dengan air yang batunya tidak dimasukkan ke dalam air (batunya ditaruh di luar air),” kata Kiai Asep.

“Guru saya menjawab lebih berat air yang dimasuki benda itu,” kata Kiai Asep.

Spontan siswa bernama Asep itu menyanggah. Salah. “Saya timbang kok sama,” kata Asep muda yang dikenal punya otak cerdas.

Sang guru pun malu. Tersinggung. Tampaknya bu guru itu tak mau dikritik terbuka di depan murid-murid yang lain. Karena itu, bu guru itu lalu memberi nilai kecil kepada Asep. “Saya dikasih nilai 2 untuk pelajaran fisika,” kata Kiai Asep yang saat pengukuhan guru besarnya dihadiri Presiden Joko Widodo.

Tak hanya itu. Bu Guru itu kemudian berusaha mengeluarkan Asep dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alama (IPA).

“Saya dipindah ke IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial-Red),” kata Kiai Asep sembari tertawa. Tapi Asep tak mau. Ia ngotot tetap di jurusan IPA. “Akhirnya saya dikembalikan ke IPA,” kata Kiai Asep disambut tawa orang-orang yang lagi santai di ruang tamu Guest House IKHAC, tak jauh dari Masjid Kampus KH Abdul Chalim.

Sejak kecil Kiai Asep memang dikenal pintar dan cerdas. Putra salah satu kiai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Chalim itu banyak menguasai mata pelajaran ilmu eksakta, terutama matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA). Karena itu, saat sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Sidoarjo memilih jurusan IPA.

Selain pintar, Asep muda dikenal gigih. Ia tidak hanya sekolah di SMP dan SMA, tapi juga rajin belajar agama. Ia tinggal di Pondok Pesantren di Sidoarjo. Karena itu ia tumbuh menjadi ulama besar dan terkenal. Bahkan Kiai Asep yang kemudian sukses mendirikan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan. (mma)   

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...