Rapat pembahasan konten dan platform satu data daerah bersama Bakorwil Provinsi, Bakorwil V Jember, serta Perusahaan Telkom di Aula Bakorwil V Jember, Rabu (24/03/2021).
"Untuk data sektoral kemiskinan harus satu persepsi karena sudah ada perpresnya," pungkasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) KH. Mochammad Balya Firjoun Barlaman (Gus Firjoun) menyampaikan upaya yang akan dilakukan Pemkab Jember untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Antara lain, memaksimalkan fungsi dari pada sistem data elektronik tersebut, juga mengintegrasikan daerah satu dengan daerah lain. "Sehingga satu daerah (pemerintah) dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan di masing-masing sektor di daerahnya," terangnya.
"Itu akan menjadi pemicu bagi daerah-daerah yang masih tertinggal. Contohnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRP) yang terjadi di Kabupaten Jember dengan Banyuwangi, kenapa PDRP Banyuwangi kok tinggi, dan Jember kok belum," ujarnya.
Dari sanalah, kata Gus Firjoun, akan diketahui potensi apa saja yang bisa dikembangkan agar bisa menyamai dengan daerah yang lain. "Tentu itu semua butuh kecepatan data untuk mengkomparasikan dengan daerah lain," katanya.
"Sebagai pemicu pemerintah dalam menyusun program untuk mengentas kemiskinan. Nah, jika data ini valid maka program pemerintah akan tepat sararan kepada masyarakat," ucapnya.
Ia meyakini dengan adanya sistem tersebut juga dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan efektif kepada masyarakat Jember. (yud/eko/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




