Senin, 10 Mei 2021 05:47

Bukan Perkara Pidana, Kuasa Hukum Terdakwa Haidar Akui Keberatan Dakwaan JPU​

Jumat, 19 Maret 2021 17:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Herlambang
Bukan Perkara Pidana, Kuasa Hukum Terdakwa Haidar Akui Keberatan Dakwaan JPU​
Hadi Salim, Kuasa Hukum Muhammad Maulvi Haidar Banna alias Haidar.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Terdakwa Muhammad Maulvi Haidar Banna alias Haidar melalui kuasa hukumnya Hadi Salim mengaku keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap kliennya yang didakwa melanggar Pasal 374 KUHPidana, dan Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Padahal menurutnya, perkara tersebut merupakan perkara perdata alias utang piutang.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Haidar, Hadi Salim dalam sidang lanjutan pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Sidoarjo. Sidang eksepsi tersebut diketuai Majelis Hakim PN Sidoarjo, Haryanto.

Menurut Hadi Salim, ada beberapa poin yang menjadi materi dalam eksepsinya. Pertama, apa yang dilakukan kliennya merupakan perkara utang piutang alias perdata antara saksi korban yakni PT. Sreeya Sewu Indonesia dengan CV. Anugerah Farm Madiun yakni Yusak Dwi Prasetyo. Karena CV. Anugerah Farm Madiun telah melakukan pembelian pakan ternak ayam kepada saksi korban dengan menggunakan D/O atas nama Cahaya Baru Farm, Kamiran dan Kelompok Ternak Madiun, Suryati.

"Dan pembelian itu sebenarnya sudah berlangsung sejak Maret 2020 sampai dengan bulan November 2020 dengan jumlah pembelian sebesar Rp 12,65 miliar," jelas Hadi Salim kepada wartawan usai sidang, Kamis (18/3/2021) kemarin.

BACA JUGA : 

​Dikira Petasan, Penembakan Misterius di Waru Sidoarjo Lubangi Tembok hingga Tembus Motor

​Curi HP di Dashboard Motor, Warga Jombang Diringkus Polsek Sukodono

Anggota Satlantas Polresta Sidoarjo​ Berhasil Amankan Mobil Curian Asal Pamekasan

Maling Motor di Sidoarjo Nyaris Tewas Jadi Bulan-bulanan Massa

Dalam proses pembelian pakan ternak yang dilakukan CV. Anugerah Farm Madiun kepada PT. Sreeya Sewu Indonesia, bahwa kliennya saat itu yang menjadi sales dari PT. Sreeya Sewu Indonesia melakukan transaksi penjualan menggunakan akun D/O Suryati sejak tanggal 2 Januari 2020, sampai dengan tanggal 13 Nopember sebanyak 151 invoice tonase 1.375.650 kilogram dengan nilai Rp.8.909.667.500 (8,9 miliar).

"Haidar (klien) juga melakukan penjualan menggunakan akun cahaya baru farm sejak tanggal 6 Januari hingga November 2020, sebanyak 158 invoice tonase sebanyak 1.292.250 kilogram dengan nilai uang Rp 8.330.237.500 (8,3 miliar)," jelasnya, Jum'at (19/3/2021).

Selain itu, penangkapan terhadap kliennya tidak berdasarkan KUHAP. Bahwa penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian seharusnya memperlihatkan surat tugas dan memberikan tersangka surat perintah penangkapan. Di sisi lain, sebelum dilakukan penangkapan, terdakwa disekap di pabrik PT. Sreeya Sewu Indonesia selama empat hari sejak 18 hingga 22 Desember 2020. Dan esok harinya langsung dibawa polisi ke Mapolsek Wonoayu.

"Penyekapan jelas sekali melanggar hak asasi dan pelanggaran HAM. Dan surat perintah penangkapan baru diserahkan kepada terdakwa setelah diperiksa di Polsek Wonoayu. Dengan demikian penangkapan tidak sah sebagaimana Pasal 18 ayat (1) KUHAP," terangnya.

Di samping itu, dalam proses penyidikan, terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Surat Dakwaan Obscuur Libel (kabur/tidak jelas). Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak memenuhi syarat materiil sebagaimana Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP. Sehingga batal demi hukum.

"Meminta kepada majelis hakim untuk mengabulkan eksepsi dari klien kami. Dan menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum nomor: PDM-33/sidoa/Epp.2/02/2020 tertanggal 2 Maret 2021 dinyatakan batal demi hukum," tegasnya.

Di samping itu memerintahkan agar terdakwa Muhammad Maulvi Haidar Banna alias Haidar segera dikeluarkan dari tahanan serta memulihkan harkat, martabat, dan nama baik terdakwa.

Sidang lanjutan dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum bakal disidangkan pekan depan. (cat/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...